Home Berita Internasional NASA Rencanakan Pembangkit Nuklir di Bulan

NASA Rencanakan Pembangkit Nuklir di Bulan

Sumbawanews.com,- Washington D.C — Dalam langkah ambisius untuk memastikan kelangsungan misi manusia jangka panjang di Bulan, NASA berencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di permukaan satelit alami Bumi itu. Rencana ini bukan sekadar eksperimen teknis, tapi fondasi strategis untuk memperluas kehadiran manusia di luar angkasa.

Carlos Garcia-Galan, Program Eksekutif NASA untuk Basis Bulan, menjelaskan bahwa energi surya—meski andal di sebagian wilayah Bulan—tidak cukup untuk mendukung kebutuhan hidup dan operasional di daerah gelap abadi, seperti kawah kutub yang terus-menerus berada dalam bayangan. “Kami ingin mencapai tahap di mana kami menghasilkan puluhan kilowatt listrik secara konsisten. Reaktor nuklir di Bulan adalah satu-satunya solusi yang memungkinkan,” ujarnya dalam wawancara dengan RIA Novosti, dikutip Antara News pada 3 Juni 2026.

Pembangkit nuklir ini tidak akan dibangun sekaligus. NASA akan memulainya dengan uji coba teknologi kecil, seperti Radioisotope Thermoelectric Generators (RTG)—sistem pemanas nuklir yang telah digunakan dalam misi luar angkasa sejak era Apollo—sebelum beralih ke reaktor fisi skala lebih besar yang mampu menyuplai daya untuk permukiman, peralatan ilmiah, dan sistem pendukung kehidupan.

Rencana ini merupakan bagian dari strategi tiga tahap NASA untuk membangun basis permanen di Bulan. Tahap pertama fokus pada pengiriman kargo dan infrastruktur dasar: energi, komunikasi, dan sains. Tahap kedua akan mengembangkan habitat layak huni dengan dukungan kolaborasi internasional. Tahap ketiga—yang ditargetkan dalam dekade mendatang—akan memungkinkan keberadaan manusia secara berkelanjutan, bahkan selama malam Bulan yang berlangsung selama 14 hari.

Dengan mengandalkan nuklir, NASA berharap bisa mengatasi ketergantungan pada sinar matahari yang tidak stabil di lingkungan ekstrem Bulan. Teknologi ini juga menjadi kunci untuk misi selanjutnya: ekspedisi ke Mars. “Jika kita bisa mengoperasikan sistem nuklir di Bulan, kita bisa melakukannya di Mars,” tambah Garcia-Galan.

Langkah ini menandai pergeseran besar dalam eksplorasi luar angkasa: dari energi sementara menuju infrastruktur berkelanjutan. Bukan lagi soal sekadar mendarat, tapi soal bertahan, hidup, dan berkembang di luar Bumi.

Previous articleEmpat Prajurit TNI Hadapi Tuntutan atas Serangan Air Keras ke Andrie Yunus
Next articleIran Balas Serangan AS dengan Rudal ke Bahrain dan Kuwait
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik