Home Berita Internasional Lantunan Doa dan Ratusan Ribu Umat Memenuhi Teheran di Hari Kedua Pemakaman...

Lantunan Doa dan Ratusan Ribu Umat Memenuhi Teheran di Hari Kedua Pemakaman Khamenei

Sumbawanews.com,- Pada Ahad, 5 Juli 2026, ribuan orang memadati kompleks Grand Mosalla di Teheran untuk menyaksikan doa-doa terakhir bagi mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Doa dipimpin oleh komandan Garda Revolusi Hassan Hassanzadeh pada pukul 08.00 waktu setempat, dengan jenazah Khamenei yang diselimuti sorban hitam ditempatkan di atas panggung bersama peti jenazah empat anggota keluarganya yang juga tewas dalam serangan itu, termasuk seorang cucu perempuan yang masih bayi. Hari ini ditetapkan sebagai libur nasional, sementara prosesi arak-arakan besar-besaran rencananya digelar pada Senin, 6 Juli.

Massa yang mengenakan pakaian hitam dan mengibarkan bendera merah darah—simbol pembalasan dan keadilan—memukul dada mereka sambil meneriakkan seruan “mati untuk Amerika” dan “balas dendam, balas dendam.” Salah seorang ulama, Mohammad Mirsalehi, mengatakan, “Sang pemimpin adalah sosok ayah bagi kami semua. Dengan kepergiannya, kami semua kini menjadi yatim piatu.” Pemerintah memperkirakan lebih dari 10 juta orang akan berkumpul di Teheran selama rangkaian pemakaman. Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan dalam pidatonya bahwa kehadiran massal ini adalah bukti nyata posisi Khamenei di hati bangsa Iran dan dunia yang menghargai kebebasan, sambil menyalahkan Israel sebagai “faktor penyebab ketidakstabilan” di Timur Tengah.

Delegasi dari kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran, termasuk Hamas, Hizbullah, Jihad Islam Palestina, dan Houthi Yaman, hadir dalam upacara. Mereka bertemu Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi pada Sabtu, menunjukkan solidaritas politik dan militer yang tetap berlanjut meski perang di Timur Tengah kini ditangguhkan setelah gencatan senjata. Pihak berwenang mengantisipasi gelombang panas yang mencapai 40 derajat Celsius dengan menyemprotkan kabut air ke arah kerumunan, sementara langkah pengamanan ketat diberlakukan untuk mencegah kepadatan berlebihan.

Jenazah Khamenei akan dipindahkan pada Selasa, 7 Juli ke Qom, kemudian ke Irak pada Rabu, 8 Juli, sebelum dimakamkan secara resmi pada Kamis, 9 Juli di Mashhad, kampung halamannya di timur laut Iran. Putra sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei, yang dikabarkan terluka dalam serangan yang sama, belum muncul di depan umum sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi.

Previous articleEmpat Model Galaxy S27 Bakal Dapat Fitur Privacy Display
Next articleTeror Molotov Sasar Rumah Advokat, Diduga Terkait Sengketa Lahan