Sumbawanews.com,- Kanada secara resmi bergabung sebagai pengamat dalam Global Combat Air Programme (GCAP), proyek pengembangan jet tempur siluman generasi berikutnya yang dipimpin Inggris, Jepang, dan Italia. Keputusan ini diumumkan menjelang Farnborough International Airshow pada 15 Juli 2026, sebagai bagian dari strategi Ottawa untuk memperluas kemitraan pertahanan di luar Amerika Serikat. Menteri Pertahanan David McGuinty sebelumnya menyatakan minat Kanada untuk mempelajari lebih dalam program tersebut setelah bertemu Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada 25 Juni 2026. Status pengamat memungkinkan Kanada mengakses teknologi dan perkembangan proyek tanpa kewajiban pendanaan, sambil menilai kemungkinan keterlibatan penuh di masa depan.
GCAP, yang diluncurkan pada Desember 2022, menggabungkan program Tempest dari Inggris dan proyek FX dari Jepang, dengan Italia sebagai mitra pendiri. Proyek ini bertujuan menghasilkan pesawat tempur generasi baru untuk menggantikan Eurofighter Typhoon dan Mitsubishi F-2 pada pertengahan 2030-an. Meski dipromosikan sebagai jet tempur generasi keenam, sejumlah analis memperkirakan hasil akhir GCAP lebih mendekati varian terbaru F-35 Lightning II atau J-20 China, bukan platform generasi penuh seperti F-47 atau J-XX yang masih dalam pengembangan. Keraguan ini muncul dari catatan panjang program pertahanan Eropa yang sering menghadapi tantangan biaya, keterlambatan, dan kompleksitas teknologi. Kanada belum terlibat dalam pendanaan pengembangan, tetapi kehadirannya sebagai pengamat menandai sinyal strategis dalam diversifikasi alutsista dan peningkatan kerja sama pertahanan dengan sekutu non-AS.















