Home Berita Internasional José Ramos-Horta: Batik sebagai Jembatan Budaya

José Ramos-Horta: Batik sebagai Jembatan Budaya

Sumbawanews.com,- Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta mengungkapkan cintanya yang mendalam terhadap batik Indonesia, bukan sekadar sebagai pakaian, tapi sebagai simbol persaudaraan antarbangsa. Dalam sesi doorstop usai menghadiri Leadership Lecture ERIA School of Government di Jakarta, ia tampil dengan kemeja batik khas—desain yang ia ciptakan sendiri, dipotong ala kemeja biasa tanpa kancing, dan dibuat oleh penjahit langganannya di New Delhi.

“Saya punya banyak koleksi batik. Tapi saya tidak memakainya seperti orang Indonesia. Saya modifikasi, jadi lebih nyaman, lebih personal,” ujar pemenang Nobel Perdamaian itu sambil menunjukkan gaya uniknya yang menyerupai blazer, namun tetap mempertahankan keindahan motif tradisional. Ia bahkan mengklaim telah mematenkan desain tersebut, sebagai bentuk penghormatan sekaligus promosi budaya Indonesia di kancah internasional.

Kecintaannya pada batik bukanlah hal baru. Selama bertahun-tahun, Ramos-Horta kerap tampil dengan batik dalam acara resmi maupun santai, menjadi salah satu pemimpin asing paling konsisten mengenakan kain tradisional Indonesia. Ia mengungkap bahwa beberapa kain batik yang dikenakannya berasal dari hadiah para jenderal Indonesia, yang kemudian ia kembangkan sendiri melalui proses kreatif di luar negeri.

Namun, di balik kecintaannya pada kain, tersembunyi hubungan yang jauh lebih dalam antara Timor-Leste dan Indonesia. “Banyak hal di Timor-Leste—pakaian, sepatu, bahkan makanan sehari-hari—berasal dari Indonesia,” katanya. Ia menambahkan, budaya populer Indonesia, dari musik hingga sinetron, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Timor-Leste.

Baru beberapa hari sebelumnya, ia menyelenggarakan konser bersama legenda musik Indonesia, Iwan Fals, di Dili. “Musik Iwan Fals menyentuh hati rakyat kami. Bukan hanya karena liriknya, tapi karena ia bicara tentang keadilan, kemanusiaan—nilai yang sama yang kami perjuangkan,” ucapnya.

Ramos-Horta menekankan bahwa hubungan kedua negara kini tidak lagi sekadar politik atau ekonomi, tapi telah menjadi ikatan budaya yang hidup. “Kami bukan hanya tetangga. Kami adalah keluarga yang berbagi sejarah, darah, dan kain—batik adalah buktinya.”

Dengan setiap jahitan motif yang ia kenakan, ia bukan sekadar memamerkan gaya. Ia sedang menjahit ulang hubungan dua bangsa—dengan kain, dengan rasa, dengan penghormatan.

Previous articleLaut Indonesia Terkepung Gelombang Panas Tanpa Tanding
Next articlePola Kekerasan Seksual di Kampus Berubah ke Dunia Digital
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik