Home Berita Internasional Jerman Terjebak Paradoks Energi: Menolak Gas Rusia, Industri Kehilangan Daya Saing

Jerman Terjebak Paradoks Energi: Menolak Gas Rusia, Industri Kehilangan Daya Saing

Sumbawanews.com,- Empat tahun setelah menghentikan impor gas dari Rusia, Jerman kini menghadapi krisis ekonomi yang tak kunjung usai: industri andalannya terbebani harga energi tinggi, sementara alternatif pengganti belum mampu menyaingi keandalan dan biaya murah pasokan lama. Kanselir Friedrich Merz secara terbuka mengakui bahwa hilangnya gas Rusia menjadi salah satu faktor utama di balik krisis energi berkepanjangan yang menggerogoti daya saing ekonomi terbesar Eropa itu. Meski pemerintah tetap menolak kembali bergantung pada Moskow dan tidak membuka kemungkinan memulihkan pipa Nord Stream, data terbaru menunjukkan Jerman masih mengimpor 1.031 terawatt-jam gas pada 2025—dengan 44 persen dari Norwegia, 24 persen dari Belanda, dan 21 persen dari Belgia—sementara 10,3 persen masuk melalui terminal LNG domestik. Ketiadaan pasokan gas berharga murah dan bervolume besar yang dulu disediakan Rusia kini membuat sektor manufaktur dan kimia Jerman kesulitan bersaing di pasar global.

Previous articleGaji Dosen UGM Capai Rp50 Juta Per Bulan, Rektor Ungkap Rincian di MK
Next articleHotman Paris Berangkat ke Singapura untuk Pengobatan Saraf Kejepit