Sumbawanews.com,- Setidaknya dua warga Palestina tewas dan sebelas lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menghantam sebuah kafe ramai di pelabuhan Gaza. Menurut saksi mata, para pengunjung berkumpul di lokasi itu untuk melepaskan panasnya cuaca dan merayakan hari libur nasional—sebuah momen yang seharusnya damai, namun justru berubah menjadi bencana di tengah gelombang serangan yang terus berlanjut, meskipun gencatan senjata telah disepakati pada Oktober 2025.
Kafe yang hancur akibat serangan itu berada di kawasan pesisir yang biasanya menjadi tempat bersantai warga setempat. Para korban, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, tewas seketika saat bom jatuh di tengah kerumunan. Warga yang selamat bercerita bahwa suara ledakan datang tanpa peringatan, menghancurkan jendela, atap, dan meja-meja makan yang masih penuh dengan minuman dan makanan.
Serangan ini memicu kemarahan luas di kalangan warga Gaza, yang telah bertahun-tahun hidup di bawah blokade dan serangan berulang. Organisasi kemanusiaan lokal melaporkan bahwa fasilitas medis di wilayah itu sudah kelebihan beban, dan tidak ada cukup stok darah atau obat-obatan untuk menangani korban luka berat.
Sementara itu, Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan ini, namun sebelumnya telah menyatakan bahwa semua operasi militer di Gaza bertujuan untuk “menghancurkan kapasitas militer Hamas” dan mencegah serangan balasan. Namun, para pengamat internasional mempertanyakan proporsionalitas serangan terhadap target sipil yang jelas-jelas tidak bersenjata.
Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, Amerika Serikat mengklaim telah menyerang situs radar dan drone Iran di pulau Qeshm dan Goruk, sementara Kuwait melaporkan serangan rudal dan drone “hostil” yang mengancam wilayahnya. Kedua kejadian ini menandai memanasnya konflik regional yang berpotensi meluas, dengan Iran dan sekutunya mengecam serangan Israel sebagai “kejahatan perang.”
PBB dan sejumlah negara Eropa mendesak gencatan senjata segera, sambil menyerukan penyelidikan independen atas serangan terhadap warga sipil. Namun, hingga kini, tidak ada tanda-tanda bahwa perang di Gaza akan berakhir dalam waktu dekat.















