Home Berita Internasional Israel Gempur Lebanon Selatan, Warga Dipaksa Evakuasi

Israel Gempur Lebanon Selatan, Warga Dipaksa Evakuasi

Sumbawanews.com,- Tentara Israel kembali melancarkan serangan intensif di wilayah Lebanon selatan, memaksa ribuan warga sipil meninggalkan rumah mereka dalam keadaan panik. Serangan udara dan artileri beruntun menghantam desa-desa di perbatasan, menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur sipil dan memicu gelombang pengungsian massal yang memperparah krisis kemanusiaan di kawasan itu.

Menurut laporan dari lapangan, pasukan Israel telah mengeluarkan peringatan evakuasi mendadak melalui panggilan telepon dan pesan suara ke rumah-rumah di sepanjang garis batas, memerintahkan warga untuk segera meninggalkan wilayah tersebut dalam waktu 30 menit. Banyak keluarga terpaksa melarikan diri dengan hanya membawa barang seadanya, sementara jalan-jalan utama dipenuhi kendaraan yang saling berdesakan, dikejar oleh ledakan yang mengguncang langit.

Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi terbaru dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan Hizbullah, kelompok bersenjata yang mengendalikan sebagian besar wilayah selatan Lebanon. Dalam 72 jam terakhir, lebih dari 120 serangan udara dilaporkan menghantam target di provinsi Nabatieh, Tyre, dan Bint Jbeil—daerah yang sebelumnya menjadi zona penyangga antara dua pihak.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi korban tewas akibat serangan terbaru telah melampaui angka 3.750 orang sejak konflik memburuk pada Oktober 2023, dengan ribuan lainnya mengalami luka-luka serius. Rumah sakit-rumah sakit di Beirut dan kota-kota terdekat kewalahan menangani korban, sementara pasokan obat-obatan dan listrik terus menurun akibat kerusakan jaringan.

Pemerintah Israel menyatakan serangan ini sebagai respons terhadap “aktivitas militer Hizbullah yang terus-menerus” dan menegaskan bahwa tujuannya adalah “menghancurkan infrastruktur senjata dan jaringan teroris di perbatasan.” Namun, organisasi hak asasi manusia internasional, termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch, mengecam serangan itu sebagai pelanggaran hukum humaniter, karena menargetkan area padat penduduk tanpa membedakan antara militer dan sipil.

Di tengah ketegangan yang semakin memanas, dunia internasional terpecah. Amerika Serikat, yang sebelumnya mendukung Israel dalam operasi militer, kini menyerukan “pengekangan dan dialog,” sementara Iran dan sekutunya di kawasan memperingatkan bahwa serangan ini bisa memicu “perang regional yang tak terkendali.”

Sementara itu, konvoi bantuan kemanusiaan dari PBB dan Vatikan masih terhambat di pos pemeriksaan militer Israel, meski telah mendapat izin resmi. Para relawan kemanusiaan melaporkan kondisi di kamp-kamp pengungsian darurat semakin memprihatinkan: anak-anak tanpa pakaian layak, ibu-ibu tanpa susu bayi, dan lansia yang terjebak tanpa akses obat-obatan.

Dengan gencatan senjata yang semakin jauh dari kenyataan, Lebanon selatan kini berubah menjadi zona perang yang hancur—dengan warganya menjadi korban paling rentan dalam konflik yang tak kunjung usai.

Previous articleLansia di PIK Selamat dari Percobaan Penculikan, Dua Tersangka Dikejar
Next articleAktivis Diteror, Ditawari Miliaran Rupiah
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.