Home Berita Internasional Iran dan AS Rampungkan Draf Longgarkan Ekspor Minyak

Iran dan AS Rampungkan Draf Longgarkan Ekspor Minyak

Sumbawanews.com,- Bern — Iran mengklaim telah menyelesaikan draf teknis pelonggaran sanksi terhadap ekspor minyaknya, menyusul serangkaian pembicaraan tertutup dengan Amerika Serikat di Swiss. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya meredakan ketegangan geopolitik yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Dalam pertemuan di resor Buergenstock, dekat Lucerne, pada Minggu (21/6/2026), delegasi Iran yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan bahwa draf pelonggaran sanksi minyak telah disepakati secara prinsip. Namun, penerapannya masih bergantung pada penyelesaian poin krusial lain: penghentian permanen konflik di Lebanon.

Hossein Ghorbanzadeh, anggota tim perunding Iran, menjelaskan bahwa pembahasan tidak hanya terfokus pada minyak, tetapi juga mencakup pencairan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri, termasuk dalam pertemuan terpisah dengan delegasi Qatar. “Ini bukan sekadar soal minyak. Ini adalah bagian dari keseluruhan kerangka perdamaian yang telah disepakati,” ujarnya, dikutip dari media Iran Tasnim.

Pembicaraan ini berlangsung dalam kerangka Nota Kesepahaman Islamabad, yang ditandatangani secara elektronik pada 18 Juni lalu oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kesepakatan 14 poin itu mencakup penghentian permusuhan di seluruh wilayah konflik, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan pencabutan blokade maritim AS terhadap Iran.

Namun, simbolisme politik tetap menjadi tantangan. Delegasi Iran menolak partisipasi dalam sesi jabat tangan dan foto bersama pejabat AS, sebuah tindakan yang dianggap sebagai protes terhadap tekanan yang kerap diterapkan Washington dalam negosiasi. Menurut Negar Mortazavi, Senior Fellow di Center for International Policy, sikap ini bukan tanda penolakan terhadap proses perdamaian, melainkan pernyataan tegas bahwa Teheran tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman.

“Setiap kali perundingan mendekati titik temu, Trump cenderung memperkeruh suasana dengan retorika keras. Tapi Iran tetap konsisten: tidak ada kesepakatan yang dibangun di atas tekanan,” ujar Mortazavi kepada Al Jazeera.

Kendati demikian, para pengamat menilai bahwa kesepakatan teknis yang telah dicapai—terutama terkait minyak—menandai pergeseran signifikan. Ekspor minyak Iran, yang selama bertahun-tahun terhambat oleh sanksi global, berpotensi kembali mengalir ke pasar internasional dalam beberapa bulan mendatang, asalkan Israel menghentikan eskalasi militer di Lebanon, sebagaimana diatur dalam poin pertama nota kesepahaman.

Dengan Italia yang telah membuka kembali kedutaannya di Teheran dan sejumlah negara Eropa mulai meninjau ulang kebijakan ekonominya terhadap Iran, langkah ini bisa menjadi awal dari normalisasi hubungan yang lebih luas. Namun, jalan menuju perdamaian permanen masih penuh liku-liku—dan setiap langkah kecil, seperti draf pelonggaran sanksi minyak ini, tetap menjadi harapan yang tak bisa diabaikan.

Previous articleIran Gagal Manfaatkan Keunggulan Numerik Lawan
Next articleAS Jadi ‘Malaikat Pelindung’ Selat Hormuz, Trump Ancam Tarif
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik