Sumbawanews.com,- Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (SZRU) mengungkap identitas delapan warga negara Indonesia yang direkrut Rusia untuk bergabung dalam pasukan militer di medan perang melawan Ukraina. Para WNI tersebut berusia antara 29 hingga 47 tahun, dengan nama-nama yang tercantum dalam dokumen resmi: Erwanda (5 Agustus 1988), Muhammad Syaripudin (3 Agustus 1994), Putra Pratama Yuda (9 Agustus 1997), Hudri Fadli Ngangun (17 September 1978), M. Hadi Maulana (7 April 1987), Dwi Kencana Haryanto (14 Juli 1983), Wahyu Oktavian Iskandar (22 Oktober 1985), dan Helmi Hakim Nugraha (27 November 1983). SZRU menyatakan Rusia secara sistematis merekrut warga asing, termasuk dari Indonesia, untuk memperkuat barisan depan sekaligus memanfaatkan kehadiran mereka dalam kampanye propaganda. Tawaran bayaran tinggi, jaminan kewarganegaraan Rusia, dan pekerjaan non-kombat menjadi daya tarik utama, meski banyak yang akhirnya dikirim ke garis depan tanpa pelatihan memadai. Indonesia, dengan populasi Muslim terbesar di dunia, disebut sebagai negara terbaru yang menjadi sasaran pola rekrutmen serupa yang sebelumnya menargetkan warga Nepal, Kuba, Kenya, dan India.















