Home Berita Olah Raga Persib dan Borneo FC Uji Ketahanan Liga Indonesia di Pentas Asia

Persib dan Borneo FC Uji Ketahanan Liga Indonesia di Pentas Asia

Sumbawanews.com,- Klub-klub Indonesia masih berjuang mengejar ketertinggalan di kancah sepak bola Asia, didorong oleh dua hambatan utama: sanksi FIFA dan dampak pandemi COVID-19. Pernyataan ini disampaikan Direktur Komersial I.League, Sadikin Aksa, dalam acara Water Break PSSI Pers bertajuk “Membawa Liga Naik Kelas” di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026. Menurutnya, kedua faktor itu tidak hanya menghentikan perkembangan kompetisi domestik, tetapi juga memperlambat transformasi manajemen dan infrastruktur klub, sementara negara-negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia terus memperkuat basis mereka tanpa gangguan serius.

Indonesia sempat kehilangan momentum selama periode sanksi FIFA, di mana aktivitas sepak bola terhenti, dan pandemi memperdalam krisis finansial serta operasional. Sadikin menekankan bahwa saat AFC mengubah regulasi dan standar kompetisi, klub-klub Asia Tenggara lain sudah siap beradaptasi, sementara tim-tim Indonesia baru mulai benar-benar bertransformasi dalam tiga tahun terakhir. Prestasi terakhir yang membanggakan masih dipegang Persipura Jayapura, yang pernah mencapai semifinal Piala AFC, tetapi sejak itu, tak ada wakil Indonesia yang mampu menembus fase akhir kompetisi antarklub Asia secara konsisten.

Pada musim 2026/27, Persib Bandung kembali menjadi đại diện Indonesia di Liga Champions Asia Dua, sementara Borneo FC tampil di AFC Challenge League, kompetisi level ketiga. Kehadiran keduanya menjadi ujian nyata sejauh mana perbaikan struktural dan profesionalisasi sepak bola domestik telah berdampak. Di laga terbaru, Persib menjalani laga playoff Liga Champions Asia Dua melawan Manila Digger FC di Stadion Si Jalak Harupat, Senin, 31 Agustus 2026. Hingga babak pertama berakhir, skor masih imbang 0-0, meski banyak peluang tercipta dari kedua tim.

I.League mengakui bahwa beban tidak bisa hanya dipikul klub. Untuk mendukung perjalanan tim di kancah Asia, operator kompetisi bersiap menyesuaikan jadwal liga domestik jika klub mencapai babak 16 besar atau lebih jauh. “Nanti perubahan jadwal itu ada saat mereka masuk 16 besar atau masuk final. Pasti ada penyesuaian lagi,” ujar Sadikin. Langkah ini penting mengingat padatnya kalender pertandingan yang bisa membebani fisik dan fokus tim.

Bagi Indonesia, peningkatan di level Asia bukan sekadar soal merekrut pemain asing atau memperkuat skuad. Fondasi yang lebih luas—manajemen profesional, keberlanjutan finansial, dan kemampuan beradaptasi dengan regulasi AFC—menjadi kunci utama. Hasil Persib dan Borneo FC di turnamen Asia musim ini akan menjadi tolok ukur apakah sepak bola Tanah Air benar-benar mulai mengejar ketertinggalan, atau masih terjebak dalam siklus keterlambatan yang berulang.

Previous articleKebakaran di Gambir Hanguskan 114 Rumah
Next articleIntelijen Ukraina Ungkap 8 WNI Direkrut Rusia Ikut Perang