Sumbawanews.com,- Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa Tengah memicu rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah di Hungaria dan Slovakia pada 30 Juni 2026. Di Kota Szczecin, Hungaria, termometer mencatat 42 derajat Celsius, melampaui rekor sebelumnya sebesar 41,9 derajat Celsius yang tercatat pada 2007. Sementara di Slovakia, suhu tertinggi mencapai 41,3 derajat Celsius di Kamenica nad Hronom—melebihi rekor harian sebelumnya yang baru saja tercatat satu hari sebelumnya.
Kondisi cuaca yang semakin tak terkendali memicu krisis air di sejumlah wilayah. Di desa-desa pinggiran Budapest, warga harus membawa jeriken dan botol plastik untuk mengisi air dari tangki-tangki darurat yang ditempatkan di tepi jalan, karena pasokan keran telah mengering. Di Nitra, Slovakia, truk tangki air dikerahkan secara intensif untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terancam dehidrasi.
“Ini terutama untuk menghilangkan dahaga kami, dan kami juga harus menyediakan air untuk hewan-hewan kami,” ujar Andras Arki, mahasiswa berusia 23 tahun yang antre di salah satu titik pengisian air.
Perdana Menteri Hungaria Peter Magyar mengimbau masyarakat untuk membatasi penggunaan air non-esensial, seperti menyiram halaman atau mencuci mobil. Di Budapest, petugas kepolisian bahkan mengerahkan meriam air untuk mendinginkan warga yang berkumpul di Lapangan Pahlawan, sebagai upaya darurat menghadapi suhu yang terus meroket.
Gelombang panas ini, yang telah berlangsung lebih dari sepekan, tidak hanya menguji ketahanan infrastruktur, tetapi juga memperdalam kekhawatiran akan perubahan iklim ekstrem yang semakin sering melanda benua Eropa. Para ilmuwan pun memperingatkan bahwa kejadian seperti ini kemungkinan besar akan menjadi lebih sering dan lebih intens di masa depan.















