Home Berita Internasional Gempa 6,7 Guncang Palu, Warga Berhamburan Keluar Gereja

Gempa 6,7 Guncang Palu, Warga Berhamburan Keluar Gereja

Sumbawanews.com,- Rekaman kamera pengawas memperlihatkan pemandangan panik di dalam sebuah gereja di Palu pada Selasa (16/6), saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah. Warga berlarian keluar bangunan, berteriak, dan saling mendorong dalam kepanikan—detik-detik yang langsung menjadi simbol kehancuran alam yang tak terduga.

Menurut analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di darat, 42 kilometer tenggara Kota Palu, dengan kedalaman hanya 10 kilometer—memperkuat intensitas getaran yang dirasakan di permukaan. Getaran kuat yang berlangsung selama lebih dari 20 detik itu merenggut satu nyawa dan melukai delapan orang lainnya di Kabupaten Sigi, wilayah yang berjarak dekat dengan pusat gempa.

Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan, namun kepanikan tetap meluas. Warga yang sedang beribadah di gereja, berbelanja di pasar, atau bahkan berada di rumah, langsung bereaksi spontan: lari, bersembunyi, atau berpegangan pada tiang dan dinding. Beberapa bangunan mengalami retak, atap bergoyang, dan listrik padam seketika.

Korban meninggal dilaporkan seorang ibu rumah tangga yang tertimpa reruntuhan dinding rumahnya di Kecamatan Donggala. Sementara delapan lainnya mengalami luka ringan hingga sedang, termasuk patah tulang dan luka robek akibat terkena pecahan kaca atau jatuh dari tangga. Tim SAR gabungan langsung diterjunkan, dan posko darurat dibangun di sejumlah titik strategis.

Masyarakat di sekitar Palu masih terguncang secara emosional, mengingat trauma gempa dan tsunami dahsyat pada 2018 yang menewaskan ribuan orang. Kali ini, meski skala kerusakan lebih kecil, rasa takut akan gempa susulan masih menghantui. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada, menghindari bangunan tua, dan tidak mendekati tebing atau sungai yang berpotensi longsor.

BMKG terus memantau aktivitas seismik, sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan bantuan logistik, tenda, dan tim medis untuk wilayah terdampak. Hingga kini, belum ada laporan kerusakan infrastruktur besar, namun jaringan komunikasi sempat terganggu di beberapa titik.

Di tengah kekacauan, warga saling membantu—membawa korban ke posko, membagikan air minum, dan menenangkan anak-anak yang menangis. Di tengah kehancuran, ketahanan komunitas menjadi satu-satunya cahaya yang tak padam.

Previous articleRobot Pemotong Rumput Terbaik yang Menggantikan Tenaga Manusia
Next articleBank Raya Luncurkan Lelang Raya Poin untuk Dorong Transaksi Nasabah
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.