Sumbawanews.com,- Para astronom berhasil mengidentifikasi dua eksoplanet raksasa dengan kepadatan luar biasa rendah—lebih ringan daripada gulali kapas—yang mengorbit bintang TOI-791 sejauh 1.110 tahun cahaya dari Bumi. Temuan ini, yang diumumkan dalam jurnal *Monthly Notices of the Royal Astronomical Society* pada 24 Juni 2026, menandai penemuan planet super-puff teringan yang pernah ditemukan hingga kini.
Kedua planet, yang ukurannya hampir sebanding dengan Jupiter, memiliki massa yang jauh lebih kecil dibandingkan ukuran fisiknya. Menurut George Dransfield dari University of Oxford, kepadatan keduanya setara dengan busa cukur baru keluar dari kaleng—sehingga jika bisa dipegang, mereka akan terasa seperti awan gas yang hampir tak bernama. “Di antara planet sebesar itu, keduanya adalah yang paling ringan yang pernah kita temukan,” ujar Dransfield.
Planet-planet ini diklasifikasikan sebagai “super-puff”—sejenis langka yang hanya menyumbang kurang dari 40 dari total 6.300 eksoplanet yang telah dikonfirmasi oleh NASA. Mereka terbentuk di piringan gas dan debu sekitar bintang muda, di mana kandungan gas jauh mendominasi debu. Seiring waktu, material penyusunnya terlepas akibat radiasi bintang, meninggalkan struktur yang hampir kosong—seperti balon gas yang dibiarkan mengembang tanpa isi.
Meski sering digambarkan berwarna merah muda seperti gulali kapas, para ilmuwan memperkirakan warna sebenarnya justru putih atau biru, bergantung pada komposisi awan atmosfernya. Komposisi utama kedua planet diduga terdiri dari hidrogen dan helium, mirip Jupiter, namun struktur internalnya jauh lebih rapuh. Untuk memastikan teori ini, pengamatan lebih lanjut akan dilakukan menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb, yang mampu menganalisis spektrum cahaya dari atmosfer planet-planet tersebut.
Keduanya mengorbit bintang TOI-791 di konstelasi Volans—juga dikenal sebagai “ikan terbang”—di belahan langit selatan. Ditemukan oleh satelit TESS milik NASA, keberadaan mereka terungkap melalui pengamatan transit, lalu dikonfirmasi dengan pengukuran massa menggunakan teleskop darat. Sebagai perbandingan, Jupiter memiliki kepadatan 35 kali lebih tinggi daripada kedua planet ini.
Temuan ini bukan sekadar keajaiban astronomis, tapi juga kunci memahami proses pembentukan planet. “Planet-planet ekstrem seperti ini menguji batas teori kita tentang bagaimana dunia terbentuk dan bertahan,” kata Dransfield. “Mereka mengingatkan kita bahwa alam semesta jauh lebih aneh—dan lebih indah—daripada yang pernah kita bayangkan.”
Dengan hanya sekitar 40 planet super-puff yang tercatat hingga kini, setiap penemuan baru menjadi jendela langka ke dalam dinamika kosmik yang masih penuh misteri. Di tengah ribuan dunia yang telah ditemukan, dua planet sehalus awan ini menjadi bukti bahwa di luar sana, ada yang lebih ringan dari imajinasi manusia.















