Sumbawanews.com,- Aplikasi Telegram sempat dihapus sementara dari App Store di beberapa negara pada Rabu, 5 Agustus 2026, setelah Apple menemukan konten pelanggaran terkait larangan materi pelecehan seksual terhadap anak. Perusahaan teknologi itu langsung memulihkan aplikasi tersebut 20 menit setelah pengembang Telegram menghapus konten yang melanggar dan memblokir pengguna yang mengunggahnya. Telegram tidak memberikan komentar resmi atas insiden ini, namun sempat mengunggah postingan gurauan di X bahwa kabar kematiannya “sangat berlebihan”. Pencarian Telegram di App Store sempat tidak menampilkan hasil bagi sebagian pengguna sebelum aplikasi kembali tersedia.
Selain itu, tiga berita terpopuler di kanal Tekno meliputi cara kreatif menghubungkan Gemini dengan Google Keep untuk mempermudah pengambilan ide, serta strategi baru Kementerian Komunikasi dan Digital untuk memperluas akses internet di wilayah pelosok dengan mengombinasikan teknologi fiber optik, satelit, dan infrastruktur lainnya, bukan hanya mengandalkan pembangunan BTS. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan pentingnya pemetaan tepat sasaran untuk menembus daerah dengan medan ekstrem.















