Sumbawanews.com,- St. Petersburg — Kebakaran besar melanda salah satu terminal minyak terbesar di Rusia hanya beberapa jam sebelum pembukaan Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2026, Rabu (3/6/2026). Asap hitam tebal membumbung ke langit kota, terlihat jelas dari berbagai penjuru St. Petersburg, menyulut kekhawatiran akan gangguan terhadap acara ekonomi paling bergengsi di Rusia itu.
Serangan drone yang diduga menghantam fasilitas penyimpanan dan ekspor bahan bakar di Leningrad Oblast memicu ledakan hebat dan kobaran api yang membara selama berjam-jam. Menurut laporan media independen Rusia, Astra, analisis visual dari rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan sejumlah drone menyerang area terminal secara terkoordinasi. Terminal tersebut, yang mampu menangani hingga 12,5 juta ton produk minyak per tahun, merupakan tulang punggung logistik energi Rusia di Teluk Finlandia.
Gubernur Leningrad Oblast, Aleksandr Drozdenko, mengklaim sistem pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh 50 drone di wilayah itu pada Selasa malam. Namun, ia tidak memberikan konfirmasi langsung mengenai kebakaran di terminal, membiarkan spekulasi tetap menggantung.
Meski insiden itu terjadi di tengah persiapan akhir SPIEF 2026—yang dihadiri lebih dari 130 delegasi negara dan wilayah—aktivitas di kota tetap berjalan normal. Jurnalis Liputan6.com, Khairisa Ferida, yang berada di lokasi, melaporkan warga tampak tenang, berjalan kaki dan berbelanja seperti biasa. “Tidak ada kepanikan. Orang-orang seolah menganggap ini bagian dari rutinitas baru,” katanya lewat pesan singkat.
Namun, dampaknya terasa bagi para peserta forum. Gangguan internet meluas, menghambat komunikasi dan pelaporan para jurnalis asing. Sementara itu, Bandara Pulkovo mengalami gangguan operasional: hampir 30 penerbangan tertunda lebih dari dua jam, dan sembilan lainnya dialihkan ke bandara alternatif.
SPIEF 2026, yang sering disebut sebagai “Davos Rusia”, menjadi ajang utama Moskow untuk menunjukkan ketahanan ekonominya di tengah tekanan sanksi Barat. Acara berlangsung di Expoforum, sekitar 17 kilometer dari lokasi kebakaran—jarak yang cukup jauh untuk menghindari bahaya langsung, tetapi cukup dekat untuk mengguncang citra stabilitas yang ingin dipertontonkan Kremlin.
Hingga kini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Tidak ada konfirmasi independen mengenai tingkat kerusakan fasilitas, dan otoritas Rusia belum merilis gambar atau data resmi tentang skala kebakaran. Namun, fakta bahwa serangan terjadi tepat di ambang pintu forum ekonomi terbesar tahun ini tidak bisa diabaikan—sebuah pesan yang jelas, meski tak diucapkan: bahkan di tengah upaya menunjukkan kekuatan, Rusia tetap rentan terhadap serangan tak terduga.
Presiden Vladimir Putin dijadwalkan hadir dalam pembukaan SPIEF 2026, yang menjadi salah satu momen diplomasi ekonomi paling krusial bagi Rusia di tahun ini. Dengan kebakaran yang masih membara dan ketidakpastian yang menggantung, forum yang seharusnya menjadi simbol kebangkitan ekonomi justru berubah menjadi ujian ketahanan sistem keamanan nasional.















