Home Berita Internasional Bandara Utama Israel Terhantam Operasi Militer AS

Bandara Utama Israel Terhantam Operasi Militer AS

Sumbawanews.com,- Tel Aviv — Kehadiran puluhan pesawat tanker militer Amerika Serikat di Bandara Ben Gurion, gerbang udara utama Israel, telah mengguncang operasi sipil bandara tersebut, memicu kerugian mencapai 700 juta shekel dalam dua bulan terakhir. Otoritas bandara kini hanya mampu memanfaatkan sepertiga dari kapasitas normalnya, sementara 70 persen ruang dan sumber daya terpakai untuk mendukung misi logistik militer AS.

Direktur Jenderal Otoritas Bandara Israel, Sharon Kedmi, mengungkapkan bahwa situasi ini tidak hanya membatasi jumlah penerbangan penumpang, tetapi juga menghambat kembalinya maskapai asing yang sempat menghentikan layanannya. “Kami sudah berada di batas kemampuan,” ujar Kedmi dalam pernyataan yang dikutip KAN, penyiar publik Israel. Ia memperingatkan bahwa pembatalan penerbangan tambahan kemungkinan akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang, dengan potensi kerugian yang bisa membengkak hingga miliaran shekel jika kondisi ini berlanjut.

Sebelumnya, otoritas memproyeksikan 18 juta penumpang akan melintasi Ben Gurion pada 2026. Namun, angka itu kini diprediksi tidak akan melebihi 15 juta. Lebih dari 3 juta penumpang berisiko terdampak oleh gangguan jadwal, pembatalan, dan kenaikan tarif tiket yang tak terelakkan.

Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Israel, Shmuel Zakay, menilai bahwa bandara yang seharusnya menjadi pusat konektivitas global kini berubah menjadi pangkalan udara militer dengan aktivitas sipil yang terpinggirkan. “Ini bukan lagi bandara sipil yang beroperasi bersama militer—tapi militer yang mengambil alih bandara sipil,” katanya dalam laporan kepada Menteri Transportasi Miri Regev.

Ketegangan ini muncul di tengah meningkatnya aktivitas militer AS di kawasan Timur Tengah, terutama dalam konteks ketegangan regional yang melibatkan Iran. Pesawat-pesawat tanker yang berlabuh di Ben Gurion digunakan untuk mendukung operasi udara strategis, namun dampaknya dirasakan paling dalam oleh ekonomi penerbangan sipil Israel—sektor yang menjadi tulang punggung pariwisata dan perdagangan internasional.

Dengan landasan pacu dan fasilitas penerbangan yang terbatas, otoritas bandara kini berada di persimpangan: memilih antara mendukung aliansi strategis dengan AS atau menyelamatkan keberlangsungan industri penerbangan nasional. Di tengah tekanan ekonomi dan politik, Bandara Ben Gurion bukan lagi sekadar pintu masuk ke Israel—tapi simbol ketegangan antara kebutuhan keamanan dan kehidupan sipil yang terus berjalan.

Previous articleSiklon Jangmi Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah RI
Next articleMertua Umrah Diberangkatkan Usai Ditipu Travel
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik