Home Berita Internasional Bandara Kuwait Hancur Dihantam Rudal Iran

Bandara Kuwait Hancur Dihantam Rudal Iran

Sumbawanews.com,- Kuwait City — Serangan rudal dan drone yang dilancarkan oleh Iran pada Rabu (3/6) menghancurkan sebagian besar infrastruktur Bandara Internasional Kuwait, menewaskan satu orang dan melukai lebih dari 60 orang. Puing-puing berserakan di landasan pacu, atap terminal runtuh, dan dinding terminal terbakar hitam, menunjukkan kekuatan serangan yang tak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengguncang stabilitas keamanan kawasan Teluk.

Gambar-gambar yang dirilis oleh otoritas sipil Kuwait dan diunggah oleh Reuters memperlihatkan kehancuran luar biasa di terminal penumpang utama. Atap baja yang sebelumnya megah kini hanya tinggal kerangka berkarat, sementara peralatan check-in dan sistem keamanan terguling oleh ledakan. Di dalam ruangan, debu tebal menutupi kursi-kursi penumpang yang terlempar, dan kaca-kaca jendela berhamburan seperti hujan kaca.

Otoritas Kuwait mengonfirmasi bahwa serangan itu menggunakan senjata berbasis rudal jelajah dan drone bersenjata, dengan jejak teknologi yang mengarah ke kelompok militer Iran. Meski belum ada pengakuan resmi dari Teheran, analisis militer regional menyebut jenis rudal yang digunakan mirip dengan varian Qiam-1 dan Shahed-136, yang sebelumnya pernah digunakan dalam serangan terhadap fasilitas strategis di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah serangan, pemerintah Kuwait mengusir dua diplomat Iran dan menutup sementara seluruh penerbangan internasional. Bandara yang menjadi pintu gerbang utama bagi jutaan jamaah haji dan pebisnis regional itu kini terhenti total, memicu krisis logistik dan kekhawatiran akan gangguan ekonomi jangka panjang.

Kepala Staf Militer Kuwait, Letjen Fahad Al-Mutairi, menegaskan bahwa serangan ini “bukan insiden kecil, melainkan serangan terorganisasi yang bertujuan menghancurkan kedaulatan nasional.” Sementara itu, Amerika Serikat dan sekutu regional mengutuk serangan itu sebagai “pelanggaran berat terhadap hukum internasional,” dan menjanjikan dukungan penuh bagi Kuwait dalam investigasi dan pemulihan.

Di tengah ketegangan yang memanas, Presiden Iran Ebrahim Raisi belum memberikan pernyataan resmi. Namun, sejumlah pejabat militer Iran dalam wawancara tertutup dilaporkan menyatakan bahwa serangan itu adalah “tanggapan terhadap provokasi berkelanjutan dari blok Barat di kawasan.”

Kuwait, yang selama ini berusaha menjaga netralitas di tengah konflik Iran-Saudi dan AS-Iran, kini terpaksa menghadapi realitas baru: di tengah gejolak geopolitik, infrastruktur sipil pun menjadi target strategis. Pemulihan bandara diperkirakan memakan waktu bertahun-tahun, dan biaya yang dibutuhkan bisa mencapai miliaran dolar.

Sementara itu, warga Kuwait berbondong-bondong mengirimkan bantuan ke lokasi kejadian, membawa air, makanan, dan selimut bagi para korban dan petugas pemadam kebakaran yang masih bekerja di bawah debu dan asap. Di tengah kehancuran, satu hal tetap utuh: tekad rakyat Kuwait untuk bangkit kembali.

Previous articleSate Kiriman Menantu Jadi Tersangka Kematian Bu Aminah
Next articlePanas Tersembunyi di Dasar Atlantik
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.