Sumbawanews.com,- Sedikitnya 15 serangan bajak laut dilaporkan terjadi di lepas pantai timur laut Somalia sepanjang 2026, menandai peningkatan tajam setelah bertahun-tahun relatif tenang. Data dari Global Integrated Shipping Information System milik International Maritime Organization (IMO) yang dianalisis AFP menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan hanya lima serangan pada 2025. Wilayah paling rawan adalah Teluk Aden, di mana delapan serangan tercatat sejak Mei, menjadikan kawasan itu sebagai titik paling genting bagi pelayaran internasional. Salah satu insiden paling serius terjadi pada 21 April, ketika 30 bajak laut bersenjata senapan serbu dan peluncur granat menyerang kapal tanker Honour 25, menyandera 17 awak kapal yang hingga kini masih ditahan.
Teluk Aden, yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia, merupakan salah satu rute pelayaran tersibuk di dunia. Gangguan keamanan di kawasan ini semakin memburuk sejak konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel meletus pada 28 Februari 2026, yang juga mengganggu arus lalu lintas melalui Selat Hormuz. Kapal Honour 25, berpanjang 90 meter, sedang berlayar menuju arah utara Eyl—sebuah kota di Puntland yang kini menjadi pusat operasi bajak laut—ketika diserang. Meski jumlah serangan tahun ini meningkat, angkanya masih jauh di bawah puncaknya pada 2011, ketika IMO mencatat sekitar 200 serangan dalam setahun.















