Home Berita Internasional AS dan Iran Teken Kesepakatan Damai Secara Terpisah

AS dan Iran Teken Kesepakatan Damai Secara Terpisah

Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) menuju perdamaian, meski berada di dua benua yang berbeda. Dokumen berisi 14 poin itu ditandatangani Trump di Istana Versailles, Prancis, sementara Pezeshkian membubuhkan tanda tangannya di Teheran, Iran—dalam proses yang dirancang secara elektronik dan terkoordinasi.

Momen bersejarah itu terjadi saat Trump menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Dan Scavino, mengunggah video penandatanganan itu di platform X, menyebutnya sebagai “momen penting dalam sejarah hubungan AS-Iran.” Sementara itu, kantor berita resmi Iran, IRNA, merilis foto Pezeshkian memegang dokumen versi bahasa Persia, dengan tanda tangan kedua pemimpin tertera di bagian bawah.

Proses penandatanganan ini menggagalkan rencana seremoni langsung di Jenewa, Swiss, yang sebelumnya dijadwalkan sebagai lokasi netral. Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, MoU telah difinalisasi secara digital setelah Washington mengirimkan salinan dokumen yang telah ditandatangani Trump kepada Teheran. Pihak Iran kemudian menambahkan tanda tangan Pezeshkian, sehingga kesepakatan resmi berlaku sejak saat itu.

Dokumen 800 kata itu menjadi fondasi bagi penghentian sementara operasi militer kedua negara, pembukaan kembali Selat Hormuz, pelonggaran bertahap sanksi ekonomi terhadap Iran, serta negosiasi lanjutan untuk mencapai perjanjian damai permanen dalam waktu 60 hari. Pakistan, yang bertindak sebagai mediator, menyatakan kesepakatan ini berlaku efektif segera setelah ditandatangani.

Namun, baik Gedung Putih maupun pemerintah Iran menegaskan bahwa MoU ini bukanlah perjanjian damai final. Kedua belah pihak masih akan melanjutkan pembahasan mendalam terhadap isu-isu sensitif, termasuk program nuklir Iran dan jaminan keamanan regional, sebelum menandatangani kesepakatan berstatus hukum internasional.

Langkah ini menandai terobosan diplomatik paling signifikan antara AS dan Iran sejak perang kata-kata dan sanksi berkepanjangan selama lebih dari satu dekade. Dengan latar belakang ketegangan militer yang pernah memuncak pada serangan AS terhadap tiga situs nuklir Iran pada Juni 2025, kesepakatan ini dianggap sebagai titik balik yang tak terduga—dibangun bukan di meja perundingan, tapi melalui kecerdikan teknologi dan diplomasi lintas benua.

Previous articleHome Depot Gelontorkan Diskon Hingga Rp14 Juta untuk Renovasi Rumah
Next articleAS-Iran Capai Kesepakatan Bersejarah untuk Hentikan Perang
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.