Home Berita Internasional AS Batalkan Latihan Militer Besar dengan Korsel, China dan Korut Berpeluang Manfaatkan...

AS Batalkan Latihan Militer Besar dengan Korsel, China dan Korut Berpeluang Manfaatkan Celah

Sumbawanews.com,- Amerika Serikat membatalkan latihan pendaratan amfibi berskala besar bersama Korea Selatan yang semula dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Keputusan ini diambil karena keterbatasan pasukan AS akibat keterlibatan dalam operasi militer berkepanjangan di Timur Tengah, khususnya terkait konflik dengan Iran. Latihan bernama Ssangyong atau Twin Dragons—yang biasanya melibatkan lebih dari 13 ribu personel, puluhan kapal perang, pesawat tempur F-35B, dan kendaraan amfibi—telah dibatalkan bukan karena alasan diplomatik, melainkan karena kebutuhan mendesak menarik sumber daya militer dari kawasan Indo-Pasifik ke wilayah konflik Timur Tengah. Korps Marinir Korea Selatan mengonfirmasi pembatalan itu setelah AS memberi tahu Seoul sejak Juni bahwa ketersediaan pasukannya terbatas. Belum ada rencana pengganti untuk latihan tahun ini, dan kedua negara masih membahas kemungkinan penjadwalan ulang di masa mendatang.

Latihan Ssangyong bukan sekadar latihan rutin, tetapi simulasi kompleks yang dirancang untuk menguji kemampuan operasi gabungan dalam skenario perang nyata—mulai dari pendaratan laut, perebutan pantai, hingga koordinasi komando antar pasukan AS dan Korsel. Dengan pembatalannya, aliansi strategis AS-Korsel kehilangan kesempatan untuk memperkuat deterrence terhadap ancaman Korea Utara dan menunjukkan kekuatan militer bersama di kawasan yang menjadi fokus persaingan dengan China. Sementara itu, Beijing dan Pyongyang berpotensi memanfaatkan kekosongan operasional ini untuk memperkuat posisi strategis mereka di Semenanjung Korea, tanpa menghadapi tekanan militer berskala besar dari koalisi AS-Korsel.

Pembatalan ini menjadi indikator nyata bahwa perang di Timur Tengah mulai menguras kapasitas militer AS di kawasan Asia, tempat Washington selama ini berupaya menjaga keseimbangan kekuatan. Meski hubungan militer AS-Korsel tetap berakar pada Perjanjian Pertahanan Bersama tahun 1953 dan didukung oleh kehadiran sekitar 28.500 personel AS di Korea Selatan, langkah ini menunjukkan tekanan logistik yang semakin berat akibat konflik multidimensi yang dihadapi Washington.

Previous articleCucurella Bergegas Merasakan Magis Bernabeu
Next articleWashington DC Dibakar, Neil Armstrong Meninggal pada 25 Agustus