Home Berita Berita Utama 20 Pangkalan AS Hancur di Teluk akibat Balasan Iran

20 Pangkalan AS Hancur di Teluk akibat Balasan Iran

Sumbawanews.com,- Citra satelit terbaru mengungkap kehancuran massal terhadap minimal 20 fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, akibat serangan balasan Iran yang terkoordinasi dan presisi. Operasi yang dimulai sejak akhir Februari 2026 itu menargetkan pangkalan udara, pusat komando, dan infrastruktur logistik di delapan negara sekutu AS—Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Irak, Yordania, Bahrain, dan Oman.

Berdasarkan analisis oleh BBC Verify yang menggabungkan data dari sejumlah penyedia satelit internasional, kerusakan tidak hanya bersifat permukaan. Beberapa aset strategis, termasuk pesawat pengawas Boeing E-3 Sentry di Pangkalan Pangeran Sultan, Arab Saudi, hancur total. Fasilitas radar, landasan pacu, dan gudang rudal penangkal juga tampak tak berfungsi, mengindikasikan serangan yang dirancang untuk melemahkan kemampuan deteksi dan pertahanan jangka panjang.

Iran menyatakan serangan ini sebagai respons terhadap gelombang serangan udara dan drone AS-Israel yang telah menghancurkan lebih dari 13.000 sasaran di wilayahnya sejak dimulainya Operasi Epic Fury. Namun, dampak balasan Teheran jauh melampaui ekspektasi Washington. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, menegaskan bahwa kawasan ini “tidak lagi aman” bagi keberadaan militer AS. “Amerika tidak punya tempat berlindung lagi di Timur Tengah,” tegasnya dalam pernyataan resmi.

Pentagon, yang sebelumnya mengklaim kemampuan militer Iran telah “dilumpuhkan”, kini enggan memberikan komentar resmi. Pejabat pertahanan AS menolak mengonfirmasi atau membantah temuan citra satelit, dengan alasan “keamanan operasional”. Lebih lanjut, pemerintah AS dikabarkan telah meminta Planet Labs—penyedia citra satelit terbesar dunia—untuk menghentikan sementara pemotretan wilayah Timur Tengah, guna mencegah data strategis dimanfaatkan pihak lawan.

Namun, upaya pembatasan ini justru memperkuat kecurigaan bahwa kerusakan yang terjadi jauh lebih serius dari yang diakui. Analis pertahanan independen memperkirakan jumlah fasilitas yang terdampak bisa mencapai 28 lokasi, karena sebagian situs tidak dapat diakses secara publik akibat restriksi keamanan militer.

Kerusakan infrastruktur ini tidak hanya mengguncang keunggulan teknologi AS di kawasan, tetapi juga mengubah dinamika strategis. Dengan rudal balistik dan drone bersamaan, Iran menunjukkan kemampuan menyerang secara simultan, membanjiri sistem pertahanan udara yang selama ini dianggap tak terkalahkan. Sejumlah pangkalan kini berubah menjadi “pangkalan hantu”—masih berdiri, tapi tak lagi berfungsi.

Dengan pasokan rudal penangkal AS dan sekutu mulai menipis, dan jaringan intelijen yang terganggu, krisis ini bukan lagi soal balas dendam. Ia adalah peringatan: dominasi militer AS di Teluk telah memasuki fase transisi yang tak bisa diabaikan.

Previous articleKebakaran Pasar Jiung Ratakan 250 Los, 500 Jiwa Kehilangan Mata Pencaharian
Next articleIran Ancam Gagalkan Negosiasi dengan AS Jika Serangan ke Libanon Berlanjut
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik