Sumbawa Barat, SumbawaNews.com – Memasuki kurang lebih satu tahun sejak pergantian kepemimpinan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), berbagai indikator menunjukkan adanya geliat positif dalam sektor ekonomi daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Amar Nurmansyah dan Wakil Bupati Hanipah, pemerintah daerah mulai mengarahkan pembangunan ekonomi menuju penguatan sektor-sektor non tambang sebagai langkah menghadapi masa transisi ekonomi di masa depan.
Sebagai daerah yang selama ini dikenal sebagai wilayah penghasil tembaga dan emas melalui aktivitas tambang PT AMNT, perekonomian KSB masih sangat dipengaruhi sektor pertambangan. Namun dalam satu tahun terakhir, pemerintah daerah mulai mendorong diversifikasi ekonomi melalui pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan, industri hilir, hingga pariwisata berbasis masyarakat.
Bupati Amar Nurmansyah dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa KSB tidak boleh terus bergantung pada sektor tambang. Pemerintah daerah telah menyusun arah pembangunan jangka menengah yang berfokus pada transformasi ekonomi daerah melalui tiga klaster utama, yakni pertanian-peternakan-perikanan, industri, dan pariwisata.
Salah satu langkah strategis yang mulai diperkuat adalah pemanfaatan potensi Bendungan Bintang Bano dan Bendungan Tiu Suntuk untuk mendukung ketahanan pangan dan pengembangan pertanian modern. Selain itu, peluang investasi pada sektor budidaya udang, pengembangan agribisnis sapi Bali, hingga pengembangan pisang Cavendish mulai diperkenalkan kepada investor sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Di sektor industri, keberadaan smelter tembaga PT AMNT masih menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Pemerintah daerah melihat peluang besar dari hadirnya industri turunan smelter seperti produksi kabel, foil tembaga, peralatan listrik, dan berbagai industri pendukung lainnya yang diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
Selain itu, stabilitas tata kelola keuangan daerah juga menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut dari BPK RI. Capaian tersebut menunjukkan pengelolaan keuangan daerah yang dinilai baik dan mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap daerah.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Tingginya ketergantungan terhadap sektor tambang, tuntutan peningkatan pemberdayaan masyarakat lingkar tambang, penguatan UMKM, serta peningkatan kualitas tenaga kerja lokal masih menjadi isu yang sering disuarakan masyarakat.
Di beberapa wilayah lingkar tambang, masyarakat berharap pertumbuhan ekonomi yang besar dapat lebih dirasakan secara langsung melalui peningkatan kesempatan kerja, program pemberdayaan yang berkelanjutan, serta keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai ekonomi industri tambang.
Pengamat ekonomi lokal menilai, keberhasilan kepemimpinan Amar-Hanipah dalam lima tahun mendatang akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah mengubah momentum investasi yang ada menjadi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata.
Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, dukungan infrastruktur strategis, serta posisi KSB sebagai salah satu daerah industri terbesar di Nusa Tenggara Barat, optimisme terhadap masa depan ekonomi daerah masih terbuka lebar. Namun, upaya diversifikasi ekonomi harus terus dipercepat agar kesejahteraan masyarakat tetap terjaga ketika aktivitas tambang suatu saat mulai berkurang.
“Tantangan terbesar KSB saat ini bukan hanya bagaimana menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi bagaimana memastikan manfaat pertumbuhan tersebut benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga tingkat desa,” menjadi harapan yang terus disuarakan berbagai kalangan di Kabupaten Sumbawa Barat.
Artikel ini di rangkum dan di editorial dari beberapa sumber yang kridibel.
















