Sumbawanews.com,- Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i meminta masyarakat tidak terburu-buru mengaitkan ledakan di MAN 3 Padang dengan paham radikalisme. Ia menekankan bahwa penyebab peristiwa itu harus ditelusuri secara menyeluruh berdasarkan hasil penyelidikan resmi, bukan dugaan awal yang belum terverifikasi. Romo Syafi’i mengingatkan bahwa sejumlah kasus serupa di masa lalu, termasuk ledakan di Jakarta, awalnya disangka terkait radikalisme tetapi ternyata dipicu oleh faktor psikologis pelaku. Ia menyerukan agar semua pihak menunggu temuan aparat penegak hukum dan tidak membangun opini berdasarkan informasi tidak jelas.
Peristiwa ini, menurutnya, seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan anak dan mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Pemerintah, katanya, telah membentuk Satgas Penanganan Perundungan dan menggerakkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) melalui sinergi lintas kementerian di bawah Kemenko PMK. Romo Syafi’i menegaskan, sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa, yang hanya bisa diwujudkan melalui penguatan pendidikan karakter, kepedulian orang tua, guru, dan masyarakat, serta layanan pendampingan bagi anak.















