Sumbawanews.com,- Lebih dari 1.000 anak meninggal akibat wabah campak di Bangladesh, dengan lebih dari 194.000 kasus tercatat sejak Maret 2026. Meski pemerintah telah memvaksinasi 19,8 juta anak dalam kampanye darurat, sekitar 1.000 kasus baru masih dilaporkan setiap hari. Penyakit yang menyebar melalui udara ini melonjak tajam setelah tertundanya imunisasi rutin akibat pandemi COVID-19 dan keterlambatan pemesanan vaksin oleh pemerintahan sementara Muhammad Yunus. UNICEF menyebut situasi ini sebagai “badai sempurna” yang diperparah oleh kepadatan penduduk dan gangguan sistem kesehatan. Pada 15 September 2026 saja, delapan anak dilaporkan tewas karena dugaan campak.















