Home Berita Internasional Vance Tegur Israel: Senjatamu Dibiayai Pajak AS

Vance Tegur Israel: Senjatamu Dibiayai Pajak AS

Sumbawanews.com,- Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengeluarkan pernyataan tajam kepada para pejabat Israel, menegaskan bahwa sistem pertahanan negara itu sebagian besar dibangun dan dibiayai oleh uang pajak Amerika Serikat. Kritiknya muncul sebagai respons terhadap kecaman sejumlah tokoh Israel terhadap kesepakatan damai antara AS dan Iran yang baru saja disepakati.

Dalam pidatonya di Gedung Putih, Vance menekankan bahwa AS tetap menjadi sekutu paling kuat Israel di tengah tekanan geopolitik di Timur Tengah. “Kalau saya jadi anggota kabinet Israel, saya tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang tersisa di dunia,” ujarnya, mengacu pada pemerintahan Presiden Donald Trump yang masih mempertahankan hubungan erat dengan Tel Aviv.

Vance tidak hanya menyampaikan sindiran politik—ia menyebut fakta teknis yang sulit dibantah: sekitar dua pertiga dari peralatan pertahanan Israel, termasuk sistem patriots, Iron Dome, dan rudal balistik, adalah produk AS yang dibiayai melalui bantuan militer tahunan senilai USD 4 miliar. “Dua pertiga senjata yang melindungi Israel dibuat oleh tangan Amerika dan dibayar dengan uang pajak Amerika,” tegasnya, menekankan bahwa ketergantungan ini bukanlah hadiah, melainkan investasi strategis yang dibebankan pada rakyat AS.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan meningkat setelah kesepakatan damai AS-Iran diumumkan. Para pejabat Israel, termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, mengecam perjanjian itu sebagai “berbahaya” karena dinilai gagal membatasi program rudal dan nuklir Iran, sekaligus membatasi ruang gerak militer Israel di Lebanon untuk melawan Hizbullah. Ben-Gvir bahkan menegaskan pasukan Israel akan tetap bertahan di selatan Lebanon meski perjanjian menyerukan gencatan senjata.

Vance menanggapi dengan tegas: “Siapa pun di Israel yang menganggap masalah terbesar mereka adalah Presiden Amerika Serikat perlu bangun dan melihat kenyataan yang sedang dihadapi negaranya.” Ia menekankan bahwa ancaman nyata bagi Israel bukanlah perubahan kebijakan di Washington, melainkan ketidakstabilan regional, ekspansi Iran, dan konflik berkepanjangan di perbatasan.

Sementara itu, Presiden Donald Trump melalui akun Truth Social meminta semua pihak di Timur Tengah menghormati gencatan senjata dan memberi ruang bagi negosiasi lanjutan. “Kami mengharapkan gencatan senjata penuh di semua lini—termasuk Lebanon, Hizbullah, dan Israel,” tulis Trump.

Ketegangan ini menandai titik balik dalam hubungan AS-Israel, yang selama puluhan tahun dianggap sebagai aliansi tak tergoyahkan. Namun, dengan perubahan kebijakan luar negeri AS dan meningkatnya tekanan domestik terhadap pengeluaran militer besar-besaran, Vance menjadi suara paling vokal yang menuntut akuntabilitas dari sekutu terdekat Amerika—bahkan jika itu berarti mengingatkan mereka bahwa kekuatan mereka berakar pada uang rakyat Amerika.

Previous articleKlinik London Gasi Pasien Kanker dengan Klorin Dioksida
Next articleIsrael Tetap Serang Lebanon Meski AS-Iran Berdamai
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.