Sumbawanews.com,- Wakil Komandan Tertinggi Sekutu NATO Bidang Transformasi, Marsekal Udara John Stringer, menegaskan bahwa drone tempur Bayraktar TB2 buatan Turki telah menjadi model ideal bagi sistem senjata masa depan. Dalam wawancara menjelang KTT NATO di Ankara pada 28 Juni 2026, Stringer menyebut Bayraktar sebagai simbol kebangkitan industri pertahanan Eropa yang inovatif, fleksibel, dan terbuka—berlawanan dengan arsitektur militer klasik yang tertutup dan bergantung pada perangkat lunak eksklusif.
“Bayraktar adalah contoh nyata perusahaan-perusahaan Eropa yang hampir ‘memberontak’ terhadap norma lama,” ujar Stringer, seperti dilansir Daily Sabah. “Banyak di antaranya bahkan belum ada lima tahun lalu, namun kini mereka menulis ulang aturan perang modern.”
Pengakuan ini bukan sekadar pujian simbolis. Drone Bayraktar TB2 telah membuktikan dirinya di berbagai konflik global dengan kombinasi unik: biaya operasional rendah, daya tahan terbang lama, dan presisi tinggi dalam membawa amunisi berpemandu. Kemampuannya mengubah dinamika medan perang membuat NATO melihatnya sebagai katalis transformasi strategis—mendorong aliansi untuk mengadopsi arsitektur terbuka yang memungkinkan integrasi cepat teknologi dari berbagai negara anggota, tanpa terjebak dalam monopoli kontraktor tertentu.
“Tidak peduli jalur mana yang akhirnya dipilih, hal terpenting adalah arsitektur yang kita gunakan benar-benar terbuka,” tegas Stringer.
Selain mengapresiasi teknologi, Stringer juga menegaskan posisi strategis Turki dalam NATO. Ia menekankan bahwa Ankara bukan hanya penting karena lokasi geografisnya yang menghubungkan Eropa, Timur Tengah, dan Laut Hitam, tetapi juga karena kontribusi nyata dalam operasi keamanan kolektif aliansi. “Turki sangat penting bagi aliansi, dan selalu demikian sejak bergabung,” katanya. “Setiap hari, personel militer Turki mendukung keamanan seluruh anggota NATO melalui berbagai misi.”
Pujian dari jajaran tertinggi NATO ini semakin memperkuat reputasi Turki sebagai kekuatan pertahanan non-Barat yang mampu bersaing secara teknis dan strategis. Dengan ekspor senjata yang terus melonjak—termasuk kapal perang dan sistem pertahanan udara—Turki kini tidak lagi sekadar pengguna teknologi militer, tapi pencipta standar baru di era perang drone.















