Home Berita Internasional Trump Ancam Bombardir Oman, Iran Marah

Trump Ancam Bombardir Oman, Iran Marah

Sumbawanews.com,- Ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk “membombardir” Oman jika negara itu dianggap membantu Iran memblokir Selat Hormuz memicu reaksi keras dari Teheran. Iran menyebut pernyataan Trump sebagai tindakan “berbahaya” dan “bully” yang melanggar prinsip dasar hukum internasional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengecam keras pernyataan itu sebagai serangan terhadap kedaulatan negara yang selama puluhan tahun berperan sebagai mediator netral dalam konflik regional. “Mengancam menghancurkan negara anggota PBB yang konsisten mempromosikan perdamaian bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi tanda bahaya normalisasi intimidasi dalam hubungan internasional,” tegas Baghaei, mengutip pernyataan dari Turkiye Today.

Oman, yang memiliki hubungan diplomatik erat dengan AS selama lebih dari dua abad, hingga kini tetap menjaga posisi netralnya dan tidak terlibat dalam upaya Iran untuk mengendalikan jalur maritim strategis itu. Trump sendiri dalam pernyataannya yang diambil dari Al Jazeera menyatakan: “Tidak ada yang akan mengendalikannya. Ini perairan internasional, dan Oman akan berperilaku seperti negara lain, atau kami harus meledakkan mereka. Mereka mengerti itu.”

Respons Iran tidak hanya terbatas pada kecaman retoris. Baghaei juga mengecam serangan terbaru AS terhadap fasilitas militer di Pelabuhan Bandar Abbas, yang disebutnya sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap Piagam PBB dan gencatan senjata yang disepakati pada 8 April lalu. Ia menegaskan Iran memiliki hak sah untuk membela integritas teritorialnya berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB.

Sementara itu, hubungan AS-Oman yang selama ini dianggap stabil kini berada di titik rawan. Meski tidak pernah secara terbuka mendukung Iran, Oman kerap menjadi saluran komunikasi diplomatik antara Teheran dan Washington — sebuah peran yang kini dianggap Washington sebagai “kompromis” yang tak bisa diterima.

Dalam konteks ketegangan yang semakin memanas di Teluk, ancaman Trump bukan sekadar retorika. Ini adalah sinyal bahwa AS siap mengambil langkah ekstrem untuk menghancurkan setiap upaya yang dianggap mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz — jalur yang menjadi urat nadi perdagangan minyak global. Namun, respons Iran menunjukkan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam, bahkan jika ancaman itu ditujukan bukan langsung kepadanya, tapi ke sekutu regionalnya.

Dengan Oman sebagai titik tengah yang tak ingin terlibat, krisis ini berpotensi memperluas konflik dari tekanan militer ke ranah diplomasi yang jauh lebih rumit — di mana satu ucapan bisa memicu reaksi berantai, dan satu ledakan bisa mengubah peta kekuatan di Timur Tengah.

Previous articleTNI Diperbolehkan Bantu Polri Berantas Begal
Next articleTNI AD Bantu Atasi Begal, Tapi Bukan Penegak Hukum
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik