JEMBER, Sumbawanews.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember kembali menjadi sorotan publik. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TraPP Jember secara resmi meminta adanya evaluasi menyeluruh terkait kualitas menu dan komposisi anggaran program tersebut.
Ketua TraPP Jember, Miftahul Rachman, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan sejumlah indikasi persoalan berdasarkan kajian internal, pemantauan lapangan, serta unggahan menu MBG yang beredar di media sosial.
Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran MBG disebut sebesar Rp15.000 per porsi. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp5.000 dialokasikan untuk biaya operasional, sementara Rp8.000 hingga Rp10.000 digunakan untuk belanja bahan makanan.
TraPP mempertanyakan apakah nominal belanja menu tersebut cukup untuk memenuhi standar gizi seimbang, mencakup protein, karbohidrat, sayur, dan buah. Mereka menilai, tanpa evaluasi serius, kualitas asupan gizi penerima manfaat berpotensi menurun.
Selain meminta transparansi rincian anggaran, TraPP juga mendesak pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Jember melakukan audit menyeluruh terhadap pengadaan bahan makanan dan sistem distribusi. Pelibatan ahli gizi independen dinilai penting untuk memastikan standar kesehatan terpenuhi.
TraPP menegaskan bahwa sikap kritis ini merupakan bentuk kontrol sosial demi memastikan program berjalan akuntabel dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. (E. Mulyono)















