Sumbawa Barat sumbawanews.com – Di tengah pesatnya perkembangan Kecamatan Maluk sebagai kawasan penyangga industri pertambangan yang dihuni masyarakat dari berbagai daerah, warga asli Maluk tetap berkomitmen menjaga dan melestarikan tradisi serta adat istiadat warisan leluhur.
Salah satu tradisi yang masih dipertahankan hingga kini adalah Bekelewang, sebuah tradisi kebersamaan masyarakat asli Maluk yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini menjadi simbol persatuan, gotong royong, dan rasa syukur masyarakat dalam menyambut momen-momen penting, khususnya datangnya bulan Muharram.
Memasuki bulan Muharram, masyarakat adat Maluk kembali bersiap melaksanakan tradisi pembuatan Nasi Suro, yang kemudian disantap bersama dalam suasana penuh kekeluargaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan nilai-nilai budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Tokoh masyarakat Maluk mengatakan, meskipun wilayah Maluk kini dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku dan daerah, keberadaan adat dan budaya lokal harus tetap dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Tradisi Bekelewang dan makan bersama Nasi Suro bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi mengandung makna kebersamaan, rasa syukur, serta penghormatan kepada warisan budaya para leluhur. Ini adalah identitas masyarakat asli Maluk yang harus terus dilestarikan,” ujarnya Haji Jhon Rayes SAp selaku ketua Lats kecamatan maluk pada media ini pada Minggu, 05/07/2026.
Tradisi tersebut juga menjadi momentum memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda maupun para pendatang yang kini menetap di Maluk. Dengan demikian, keberagaman masyarakat dapat berjalan selaras dengan tetap menghormati nilai-nilai budaya yang telah hidup sejak lama.
” Tradisi bekelewang masyarakat maluk di tengah banyaknya pedatang yg dtang ke maluk, masyarak asli Maluk tetap mempertahankan adat istiadat, nanti malam Masyarakat Asli Maluk akan menyelenggarakan kegiattan di bulan muharram pembuatan dan makan bersama nasi suro,” imbuhnya
Masyarakat berharap pelaksanaan tradisi Bekelewang dan makan bersama Nasi Suro tahun ini dapat berlangsung dengan lancar serta mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana memperkuat persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat Maluk yang semakin majemuk.
Di tengah modernisasi dan pesatnya pertumbuhan wilayah, semangat masyarakat asli Maluk dalam menjaga adat istiadat menjadi bukti bahwa kemajuan daerah tidak harus menghilangkan jati diri budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.















