Sumbawanews.com,- Di tengah lonjakan arus kendaraan menjelang libur panjang Idul Adha, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengambil langkah strategis dengan menerapkan contraflow di ruas Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya pada kilometer 55 hingga 65. Keputusan ini diambil berdasarkan diskresi Kepolisian untuk mengurai kemacetan yang semakin mengkhawatirkan di koridor utama menuju wilayah timur Jawa.
Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa penerapan contraflow dimulai pukul 09.43 WIB pada Sabtu (30/5/2026), sebagai respons terhadap peningkatan volume kendaraan yang signifikan. “Ini adalah langkah situasional, bukan rencana tetap. Kami terus memantau kondisi lapangan bersama kepolisian dan akan menyesuaikan kebijakan berdasarkan dinamika arus lalu lintas,” ujar Ria.
Pihak manajemen tol mengimbau para pengendara untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang: memastikan kondisi kendaraan prima, mengisi bahan bakar cukup, dan memeriksa saldo uang elektronik. Selain itu, pengguna diharapkan tetap patuh pada rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan, terutama saat melewati zona rekayasa lalu lintas.
Untuk mempermudah perjalanan, JTT menyarankan pengguna memanfaatkan aplikasi Travoy yang menyediakan informasi real-time tentang kondisi lalu lintas, lokasi rest area, kamera pengawas jalan, hingga layanan darurat. Informasi juga dapat diakses melalui One Call Center Jasa Marga di nomor 133.
Ria menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan pengendara tetap menjadi prioritas utama. “Kami memahami betapa pentingnya waktu bagi para pemudik. Contraflow ini bukan hanya soal mengurai kemacetan, tapi juga menyelamatkan nyawa,” tambahnya.
Penerapan contraflow di ruas ini bukan yang pertama. Sebelumnya, langkah serupa pernah diterapkan di titik-titik strategis lain seperti Km 23-28 dan Km 55-65 pada periode libur sebelumnya. Namun, kali ini intensitas kendaraan tercatat lebih tinggi, memaksa otoritas untuk memperluas zona rekayasa demi menjaga kelancaran arus mudik.
Pengguna jalan diimbau untuk tetap tenang, tidak terburu-buru, dan menghindari penggunaan ponsel saat berkendara. Dengan koordinasi erat antara JTT, kepolisian, dan pengguna jalan, harapannya arus mudik dapat berjalan lebih lancar meski dalam kondisi puncak.















