Home Berita Nasional Tiga Pemuda Diamankan Saat Hendak Tawuran dengan Celurit di Tambun

Tiga Pemuda Diamankan Saat Hendak Tawuran dengan Celurit di Tambun

Sumbawanews.com,- Brimob Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan aksi tawuran yang berpotensi meledak di kawasan Sriamur, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada dini hari Minggu (14/6/2026). Tiga pemuda diamankan setelah terdeteksi membawa senjata tajam berupa celurit, sepeda motor, dan telepon genggam saat berkumpul di lokasi rawan konflik.

Dalam operasi patroli rutin yang dilakukan menjelang subuh, personel Brimob mendapati sekelompok remaja yang tampak bersiap-siap melakukan perkelahian massal. Saat diperiksa, ketiga tersangka—yang belum diidentifikasi secara resmi—terbukti membawa celurit, alat yang kerap digunakan dalam konflik antar kelompok di wilayah Jabodetabek.

“Mereka terlihat mengkoordinasikan gerakan, dengan senjata siap digunakan. Kami langsung mengamankan dan membubarkan kelompok itu sebelum situasi memburuk,” ujar Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, kepada awak media.

Tak hanya itu, salah satu dari ketiga pemuda itu juga ditemukan dalam keadaan pengaruh zat terlarang saat mengendarai sepeda motor. Petugas berhasil menyita sejumlah obat terlarang dari barang bawaannya. Seluruh tersangka dan barang bukti kini telah diserahkan ke Polsek Tambun Utara untuk proses hukum lebih lanjut.

Pihak kepolisian menekankan bahwa kejadian ini bukan insiden tunggal. Dalam beberapa pekan terakhir, Brimob Polda Metro Jaya telah beberapa kali menggagalkan aksi tawuran serupa di berbagai titik di Bekasi dan Jakarta Timur, dengan senjata yang bervariasi—dari katana hingga stik golf. Namun, penggunaan celurit yang khas dan mudah didapat di wilayah ini tetap menjadi indikator kuat akan potensi konflik sosial yang mengakar.

Kapolres Bekasi melalui perwakilan mengimbau masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak mereka di malam hari. “Jangan sampai karena kurang perhatian, anak kita jadi bagian dari siklus kekerasan yang bisa berujung pada tragedi tak terduga,” ujar Henik.

Polisi juga mengajak warga untuk aktif melaporkan setiap indikasi gangguan keamanan melalui layanan 110 yang siaga 24 jam. “Kami butuh kepedulian bersama. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri jika masyarakat diam,” tegasnya.

Aksi pencegahan ini menjadi bagian dari upaya sistematis Polda Metro Jaya untuk menekan angka kekerasan antar kelompok di kawasan padat penduduk. Di tengah maraknya kasus tawuran yang dipicu oleh konflik sepele, upaya preemtif seperti patroli malam dan pendekatan humanis menjadi kunci utama menjaga stabilitas sosial di wilayah yang terus berkembang pesat.

Previous articleKuburan Paus Purba Terdalam di Dunia Terungkap di Samudra Hindia
Next articleTaiwan Buka Portal Laporan Intelijen untuk Warga China
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.