Sumbawanews.com,- Debutan Piala Dunia 2026, Tanjung Verde, kembali menulis sejarah dengan menahan imbang tim kuat Uruguay 2-2 dalam laga panas Grup H di Stadion Hard Rock, Miami. Hasil ini memperkuat citra mereka sebagai kejutan terbesar turnamen hingga kini, setelah sebelumnya bermain imbang 0-0 melawan Spanyol.
Pertandingan berlangsung dramatis. Tanjung Verde yang tampil percaya diri meski minim penguasaan bola, membuka skor lewat tendangan bebas Kevin Lenini di menit ke-21. Gol itu menjadi sejarah: gol pertama tim nasional mereka di ajang Piala Dunia. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Dua menit jelang babak pertama berakhir, Maximiliano Araujo menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan rebound tandukan Rodrigo Bentancur.
Uruguay yang mulai menguasai ritme permainan justru unggul 2-1 pada menit ke-46 ditambah satu menit tambahan, saat Agustin Canobio menyundul umpan silang Araujo dengan presisi. Di babak kedua, Tanjung Verde bangkit dengan semangat juang luar biasa. Di menit ke-61, penyerang Helio Varela memanfaatkan kecerobohan lini belakang Uruguay untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2—gol yang langsung menggemparkan tribun dan memicu euforia di pulau-pulau kecil di Afrika Barat yang menjadi tanah kelahiran tim ini.
Meski Uruguay menggempur habis-habisan di sisa waktu, dengan serangan berulang dari Federico Valverde dan rekan-rekannya, pertahanan Tanjung Verde yang disiplin dan kiper Vozinha yang tampil gemilang mampu menahan semua upaya balasan. Skor 2-2 bertahan hingga peluit akhir, membuat tim asuhan Bubista tetap tak terkalahkan dalam dua laga pembuka mereka.
Dengan hasil ini, Tanjung Verde dan Uruguay sama-sama mengumpulkan dua poin, berada di posisi kedua dan ketiga Grup H, tertinggal dua angka dari Spanyol yang mengalahkan Arab Saudi 4-0. Laga penentuan nasib akan berlangsung pada 27 Juni: Tanjung Verde menghadapi Arab Saudi di Houston, sementara Uruguay bertemu Spanyol di Guadalajara.
Dengan dua poin dari dua pertandingan, Tanjung Verde—tim yang baru pertama kali lolos ke putaran final Piala Dunia—tak lagi dianggap sebagai tamu tak diundang. Mereka adalah kejutan nyata, yang membuktikan bahwa semangat, kekompakan, dan tekad bisa mengalahkan prediksi dan reputasi. Di tengah dunia yang sering mengagungkan kekuatan, Tanjung Verde berbicara dengan hati.















