Sumbawanews.com,- Yogyakarta – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan tanggapan terkait pembubaran aktivitas ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Glugo, Panggungharjo, Sewon, Kabupaten Bantul. Sultan menegaskan bahwa perbedaan merupakan hal yang wajar dalam masyarakat.
“Manusia memang diciptakan berbeda, baik dari ras, agama, maupun latar belakang. Perbedaan itu keniscayaan, tidak ada yang paling benar sendiri,” ujar Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Peristiwa pembubaran ibadah terjadi pada Minggu (24/5) lalu, ketika sekelompok ormas menolak kegiatan ibadah syukur jemaat GMS di bangunan sewa baru mereka. Plt Kepala Kesbangpol Bantul, Yulius Suharta, menjelaskan bahwa penolakan muncul karena status izin bangunan yang dipertanyakan.
Meski GMS telah memiliki Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL) dari Kemenag, Pemkab Bantul masih akan meninjau kelengkapan administrasi lainnya. Rapat koordinasi bersama Bupati Bantul dan Forkopimda dijadwalkan untuk menentukan langkah lanjutan.
Sultan menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi keberagaman. “Masalahnya hanya pada kesadaran saja,” pungkasnya.















