Sumbawanews.com,- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memborong 35 ekor sapi jumbo dari peternak lokal di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah. Setiap hewan berbobot rata-rata satu ton, terdiri dari jenis Limousin dan Simental, dipilih langsung dari kandang-kandang peternak kecil yang tersebar di desa-desa sekitar.
Pembelian massal ini bermula dari rekomendasi seorang peternak yang sapi miliknya terpilih sebagai hewan kurban. Kepedulian Seskab Teddy untuk membeli langsung dari sumber—bukan melalui perantara—memicu gelombang antusiasme di kalangan peternak. Satu per satu, sapi-sapi unggulan dari tetangga-tetangga peternak tersebut pun ikut terpilih, menciptakan efek domino yang menggerakkan ekonomi pedesaan.
“Rasanya seperti mimpi. Saya hanya petani biasa di Dusun Senden, tapi sapi saya dinilai layak kurban. Ini bukan sekadar uang, tapi pengakuan bahwa kerja keras kami di pedesaan diperhatikan,” ujar salah satu peternak, dengan nada haru.
Seluruh 35 ekor sapi telah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh tim veteriner, memenuhi standar syariat dan kesejahteraan hewan. Kini, hewan-hewan tersebut mulai didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia, siap disembelih dalam momen sakral Iduladha.
Langkah ini bukan sekadar transaksi, tapi simbol kepedulian pemerintah terhadap pemberdayaan peternak rakyat. Dengan memilih sumber lokal dan memprioritaskan kualitas, Seskab Teddy menunjukkan bahwa kurban bisa sekaligus menjadi alat penguatan ekonomi pedesaan—tanpa mengorbankan makna spiritualnya.
Di tengah ramainya berita politik dan ekonomi makro, aksi sederhana namun berdampak besar ini mengingatkan: kebaikan yang bermula dari desa bisa berakhir di hati jutaan umat.















