Sumbawanews.com,- Pertandingan semifinal Piala Presiden 2026 berakhir pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, dengan dua laga klasik antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta dan Arema FC kontra Persebaya Surabaya berjalan damai tanpa insiden. Dalam upaya menjaga keamanan, panitia memutuskan tidak menjual tiket kepada umum—hanya undangan yang diizinkan hadir—sebagai respons atas rivalitas tinggi antar suporter keempat tim. Keputusan ini, yang ditegaskan Ketua Organizing Committee Tsamara Amany, didasarkan pada prioritas utama: keselamatan penonton dan suporter, agar menonton sepak bola tetap aman, nyaman, tenang, dan bahagia.
Meski tensi di lapangan tinggi dan masing-masing tim berjuang mati-matian demi tiket final dan hadiah juara senilai Rp8 miliar, seluruh pemain menunjukkan profesionalisme tinggi. Tidak ada aksi agresif berlebihan, tidak ada bentrokan dengan wasit, dan setelah pertandingan berakhir, para pemain saling berjabat tangan sebagai simbol penghormatan. Langkah strategis memindahkan laga ke Bali dan menutup penjualan tiket umum terbukti efektif menciptakan suasana kondusif, menghindari potensi kerusuhan yang kerap menghiasi derby antar klub besar di Indonesia.
Kedua laga berlangsung tanpa catatan negatif, memperkuat citra Piala Presiden 2026 sebagai turnamen yang mampu menghadirkan pertandingan sengit tanpa mengorbankan ketertiban. Keberhasilan ini menjadi acuan bagi penyelenggaraan kompetisi berbasis rivalitas tinggi di masa mendatang.















