Home Berita Internasional Satu Prajurit IDF Tewas di Serangan Drone Hizbullah

Satu Prajurit IDF Tewas di Serangan Drone Hizbullah

Sumbawanews.com,- Sersan Rotem Yanai, 20, tewas dalam serangan drone Hizbullah di perbatasan Lebanon pada Rabu (27/5/2026), ketika ia berlari menuju tempat perlindungan setelah ledakan pertama menghantam posisi pasukan Israel. Dua prajurit lainnya terluka akibat ledakan kedua yang menyusul tak lama setelahnya. Serangan itu berhasil menembus sistem pertahanan IDF, menandai semakin canggihnya taktik serangan drone yang kini menjadi senjata andalan kelompok bersenjata asal Lebanon itu.

Yanai, yang dikenal di media sosial sebagai “prajurit TikTok” karena kerap membagikan momen harian di bawah seragam militer—mulai dari berjoget sambil merokok hingga berlatih di lapangan—tak hanya menjadi simbol generasi militer baru yang terbuka di dunia digital, tetapi juga korban paling nyata dari perang yang semakin dipengaruhi teknologi. Rekaman video dari lokasi serangan menunjukkan drone FPV yang meluncur rendah, membidik kendaraan militer dan posisi pasukan dengan presisi mematikan.

Serangan itu terjadi dalam gelombang besar yang melanda selatan Lebanon, di mana drone-drone Hizbullah terus menargetkan kendaraan lapis baja, pos pengamatan, dan konvoi pasukan Israel. Respons Israel pun semakin agresif: serangan udara intensif digelar, sementara operasi darat mulai mendorong masuk lebih dalam ke wilayah Lebanon. Puluhan ribu warga sipil di kota Tyre dan seluruh wilayah selatan dipaksa mengungsi ke utara, menuju Sungai Zahrani, dalam perintah pemindahan paksa yang dianggap sebagai bagian dari strategi militer Israel untuk mengosongkan zona pertempuran.

Komandan IDF mengakui kesulitan besar dalam menghadapi serangan drone yang semakin sulit dideteksi dan dihentikan. Permintaan bantuan teknis dari sekutu, termasuk Amerika Serikat, kini mulai bergulir, mengingat ancaman yang datang dari udara rendah ini tak lagi bisa diatasi hanya dengan rudal dan sistem pertahanan tradisional.

Kematian Yanai bukan sekadar kehilangan seorang prajurit muda—tapi juga simbol dari perang modern yang tak lagi hanya berlangsung di garis depan, melainkan juga di feed media sosial, di mana keberanian dan kerentanan manusia terekam, dibagikan, dan akhirnya, dihancurkan dalam hitungan detik.

Previous articleKesalahpahaman Berujung Tragedi di Blok M
Next articleIran Beri Tembakan Peringatan ke Empat Kapal AS di Selat Hormuz
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik