Sumbawanews.com,- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengenang almarhum Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai sosok yang tak pernah lelah memperjuangkan profesionalisme prajurit melalui pembinaan satuan yang ketat dan inovatif. Dalam sambutannya usai melayat di kediaman almarhum di Cikeas, Bogor, Maruli mengungkapkan bahwa semangat Ryamizard dalam membahas latihan militer dan struktur satuan tetap menjadi rujukan bagi generasi pemimpin TNI AD saat ini.
“Beliau selalu antusias, bahkan hingga detik terakhir, jika bicara soal latihan, pembinaan satuan, atau peningkatan kapasitas prajurit. Banyak pelajaran hidup yang kami petik dari cara beliau berpikir dan bertindak,” ujar Maruli.
Ryamizard, yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan KSAD, diakui sebagai arsitek utama modernisasi sistem pelatihan TNI AD. Di bawah kepemimpinannya, Kostrad mengalami transformasi besar—dari infrastruktur latihan hingga pembentukan satuan-satuan elit seperti Raider. Maruli, yang pernah menjabat sebagai Pangkostrad, mengaku langsung merasakan warisan itu. “Daerah latihan yang beliau bangun, konsep pelatihan yang beliau desain, bahkan struktur satuan yang beliau bentuk—semua itu masih kita pakai sampai sekarang.”
Tak hanya soal teknis, Ryamizard dikenal sebagai pemimpin yang menanamkan nilai kedisiplinan dan integritas sebagai fondasi utama. Ia tak hanya menetapkan aturan, tapi menjadi teladan dalam menjalankannya. Kehadirannya di lapangan latihan, bahkan di tengah malam, menjadi hal biasa. Ia sering datang tanpa pengawalan, hanya dengan catatan dan pertanyaan tajam tentang kesiapan satuan.
“Beliau bukan sekadar pemimpin. Beliau adalah guru yang mengajarkan bahwa kekuatan militer tidak datang dari senjata, tapi dari manusia-manusia yang terlatih, terbina, dan punya hati untuk negara,” tambah Maruli.
Dengan nada penuh penghormatan, KSAD berdoa agar segala jasa dan dedikasi Ryamizard diterima di sisi Tuhan. “Semoga apa yang beliau tinggalkan menjadi fondasi kuat bagi kita semua untuk terus membangun TNI AD yang profesional, modern, dan selalu siap menjaga kedaulatan bangsa.”
Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada 30 Mei 2026 di usia 76 tahun, meninggalkan warisan tak ternilai dalam sejarah militer Indonesia—bukan hanya dalam bentuk kebijakan, tapi dalam semangat yang tak pernah padam: cinta tanah air yang diwujudkan lewat kerja nyata.















