Sumbawanews.com,- Pemerintah Rusia resmi mencabut pemblokiran terhadap platform game online Roblox, menyusul gelombang protes masif dari ribuan orang tua dan anak-anak yang kehilangan akses ke salah satu aplikasi hiburan paling populer di kalangan remaja.
Keputusan itu diumumkan Kementerian Pembangunan Digital Rusia pada 10 Juni 2026, setelah lebih dari 50.000 keluhan masuk melalui saluran resmi dan media sosial. Banyak orang tua menyatakan kebingungan dan kekhawatiran karena anak-anak mereka tidak lagi bisa mengakses platform yang menjadi sarana belajar kreativitas, kolaborasi, dan bahkan pengembangan keterampilan teknis dasar.
Roblox mengonfirmasi aksesnya telah pulih sepenuhnya di wilayah Rusia. “Kami menyambut baik keputusan ini dan tetap berkomitmen pada keselamatan pengguna, terutama anak-anak,” ujar perusahaan dalam pernyataan resmi pada 11 Juni. Perusahaan itu juga menegaskan telah bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memperkuat sistem penyaringan konten berbasis usia, termasuk peluncuran fitur baru bernama Roblox Kids dan Roblox Select yang dirancang khusus untuk membatasi akses konten sesuai kategori usia pengguna.
Pemblokiran awal Roblox pada Desember 2025 dilakukan dengan alasan bahwa platform itu menjadi sarana penyebaran konten ekstremis dan promosi “propaganda LGBT”—klaim yang tidak disertai bukti konkret dari pihak berwenang. Kebijakan itu sempat memicu kecaman dari organisasi hak anak dan pakar teknologi, yang menilai pemblokiran sebagai tindakan berlebihan yang mengabaikan kebutuhan psikologis dan sosial generasi digital.
Data dari Kaspersky Lab menunjukkan bahwa pada awal 2025, Roblox menempati peringkat ketiga dalam durasi penggunaan harian oleh anak-anak Rusia, bersaing ketat dengan TikTok. Platform yang memungkinkan pengguna membuat dan membagikan game buatan sendiri itu telah menjadi ruang budaya digital yang tak tergantikan bagi jutaan remaja di negara itu.
Dengan kembalinya akses, Roblox berencana memperluas kerja sama dengan lembaga pendidikan dan orang tua untuk meningkatkan literasi digital. Langkah ini diharapkan tidak hanya menenangkan kekhawatiran pemerintah, tetapi juga membangun model kolaborasi yang bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain yang menghadapi tantangan serupa dalam mengatur ruang digital anak-anak.
Kembalinya Roblox ke Rusia bukan sekadar kemenangan teknologi—tapi bukti bahwa suara masyarakat, terutama dari generasi muda, tetap punya kekuatan untuk mengubah kebijakan.

















