Home Berita Nasional Rusa di Taman Sriwedari Cari Makan di Tempat Sampah

Rusa di Taman Sriwedari Cari Makan di Tempat Sampah

Sumbawanews.com,- Pemandangan tak biasa terlihat di Taman Sriwedari, Solo: sejumlah rusa koleksi bergerak lincah di sekitar tong sampah, mengorek sisa makanan pengunjung. Video dan foto yang viral di media sosial memicu kekhawatiran publik sekaligus respons cepat dari pemerintah kota.

Aksi tersebut pertama kali direkam oleh warganet bernama Bobby Pratm, yang mengunggah tiga foto di Threads. Ia menggambarkan kejadian itu sebagai momen “kaget dan miris” — melihat satwa yang seharusnya dilindungi, justru berburu makanan di tumpukan sampah sisa jajanan. “Apakah rusa-rusa ini benar-benar terawat dengan baik?” tanyanya, memicu gelombang komentar senada dari ribuan pengguna.

Menanggapi kekhawatiran itu, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani langsung meninjau lokasi. Ia menggelar rapat koordinasi darurat bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, serta pihak terkait untuk mengevaluasi pengelolaan kawasan wisata yang menjadi rumah bagi 31 ekor rusa.

“Ini bukan sekadar soal kebersihan, tapi soal kesejahteraan satwa dan citra kota,” ujar Astrid. Ia menegaskan, pemerintah akan segera memperbaiki tata kelola ruang hidup rusa, termasuk mempertimbangkan pembangunan penangkaran khusus yang tetap memungkinkan interaksi wisatawan — namun dengan pengawasan ketat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Maretha Dinar Cahyono, menambahkan bahwa rusa-rusa tersebut sejatinya telah mendapat perawatan rutin. Setiap tiga bulan, tim dokter hewan memeriksa kesehatan satwa, dan laporan pengelolaan disampaikan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Izin penangkaran resmi telah diterbitkan sejak November 2025.

Namun, keterbatasan ruang dan tingginya kunjungan wisata tanpa pengaturan yang memadai, menurut Maretha, menjadi akar masalah. “Kami ingin rusa tetap bisa dilihat, bahkan diberi makan oleh pengunjung — tapi tidak boleh sampai mereka tergoda sampah atau keluar dari kawasan terkendali.”

Rencananya, penangkaran baru akan dibangun di area yang sama, dengan pagar aman, area pemberian pakan terstruktur, dan pengawasan visual 24 jam. Tujuannya jelas: menjaga kesehatan satwa, menghindari kontak dengan limbah, sekaligus mempertahankan daya tarik wisata yang menjadi ciri khas Taman Sriwedari.

Pemerintah Kota Solo menegaskan, ini bukan hanya soal memperbaiki fasilitas, tapi mengubah budaya interaksi antara manusia dan satwa. “Kami akan sosialisasikan aturan baru: boleh memberi makan, tapi hanya pakan yang disediakan resmi. Tidak boleh sampah. Tidak boleh sembarangan,” tegas Astrid.

Dengan langkah ini, Solo berusaha menjadikan kisah viral yang memilukan sebagai titik balik — dari tempat yang membiarkan rusa mencari makan di sampah, menjadi contoh kota yang mampu melindungi satwa sekaligus mengedukasi masyarakat.

Previous articlePresiden Prabowo Tegaskan Perang Melawan Korupsi Dimulai dari Puncak
Next articleGempa M5,3 Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpotensi Tsunami
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.