Sumbawanews.com,- Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, mendesak akses bagi penyelidik internasional ke seluruh wilayah Gaza untuk mengungkap nasib ribuan jenazah yang diyakini masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan. Penemuan sisa-sisa jenazah di lokasi serangan sejak Oktober 2023 memicu kekhawatiran luas atas kemungkinan kejahatan perang. Turk memperingatkan bahwa jenazah yang telah ditemukan hanyalah puncak gunung es, sementara banyak daerah sengaja diratakan oleh buldoser Israel tanpa upaya evakuasi korban yang terkubur. Otoritas Palestina melaporkan kepada Kantor HAM PBB bahwa ribuan mayat belum bisa dievakuasi akibat blokade alat berat yang diterapkan Israel. Pada 6 September 2026, warga Gaza menggelar pemakaman massal bagi 100 jenazah yang ditemukan di puing—60 di antaranya anak-anak—dengan korban berasal dari keluarga Rahim, Balawi, Malaka, Qanbour, dan Salmi. Seorang warga, Al-Aloul, mengatakan jenazah yang dimakamkan tidak utuh, hanya sisa tulang dan barang-barang pribadi yang tersisa. Prosesi itu menjadi salah satu pemakaman terbesar dalam sejarah Palestina.















