Sumbawanews.com,- Real Madrid mengalahkan Inter Milan 2-1 di Santiago Bernabéu pada Rabu (9/9) dini hari WIB, melanjutkan perjalanan mereka di Liga Champions dengan kemenangan tipis yang penuh kontroversi. Gol kemenangan Los Blancos dicetak oleh Kylian Mbappé dan Federico Valverde, sementara Carlos Augusto membalas untuk Inter. Kemenangan ini tak lepas dari keputusan kontroversial pelatih Jose Mourinho: memainkan bek kanan Trent Alexander-Arnold sebagai gelandang tengah, sebuah eksperimen taktis yang berbuah sukses meski penuh risiko.
Mourinho terpaksa menggeser Alexander-Arnold ke lini tengah akibat krisis gelandang—Eduardo Camavinga, Arda Güler, dan Bernardo Silva harus absen karena skorsing. Dengan posisi bek kanan diisi Denzel Dumfries, Mourinho memilih memanfaatkan kecerdasan taktis dan naluri permainan Alexander-Arnold yang pernah dimainkan di posisi serupa saat bersama timnas Inggris di Piala Eropa 2024, maupun saat masih membela Liverpool. Keputusan itu terbukti tepat: Alexander-Arnold menciptakan dua peluang, memberikan umpan silang paling banyak di tim, dan mempertahankan akurasi operan 83,3 persen.
Meski gagal melakukan tekel sukses dan kehilangan beberapa bola akibat posisi baru yang tidak alami baginya, Alexander-Arnold dinilai Mourinho mampu menjalankan peran dengan sempurna. “Dia bukan gelandang, tapi dia menerjemahkan apa yang dibutuhkan secara taktis dengan sangat baik. Baik dia maupun Valverde bekerja sangat baik di level ini,” ujar Mourinho. Pelatih asal Portugal itu juga mengakui beban fisik yang luar biasa yang ditanggung pemain 27 tahun itu, menekankan bahwa Alexander-Arnold “menghabiskan seluruh tenaganya” hingga akhir laga.
Dengan kemenangan ini, Real Madrid memperkuat posisinya di puncak grup, sementara Inter harus menghadapi tekanan lebih besar di laga berikutnya. Eksperimen Mourinho bukan hanya menang, tapi juga membuka babak baru dalam fleksibilitas peran pemain di era modern.















