Home Berita Nasional Raline Shah Terpukau oleh Keindahan Sunrise Kawah Ijen

Raline Shah Terpukau oleh Keindahan Sunrise Kawah Ijen

Sumbawanews.com,- Banyuwangi – Di tengah keheningan malam yang masih tergenggam kabut, Raline Shah berjalan bersama ratusan pendaki lain menuju puncak Gunung Ijen. Pukul 03.00, ia mulai mendaki—kaki melangkah perlahan di jalur berbatu, napas tersengal, tapi mata tak pernah lepas dari arah timur. Ketika matahari pertama kali menyentuh cakrawala, ia berdiri di ketinggian 2.368 mdpl, terpaku. Di bawahnya, api biru yang membara di tepi kawah menyala tenang, seolah alam sedang menari dalam diam. “Luar biasa. Saya sekarang mengerti mengapa orang dari seluruh dunia datang ke sini,” ujar Raline, pelan, seolah takut mengganggu keheningan itu.

Artis dan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kemitraan Global serta Edukasi Digital itu tengah menjalani liburan empat hari di Banyuwangi, dari 12 hingga 15 Juni 2026. Kunjungannya bukan sekadar liburan biasa—ia datang sebagai seorang pengamat budaya, sekaligus duta alam Indonesia. Sebelum mendaki Ijen, ia mengunjungi Desa Wisata Adat Osing Kemiren, menyaksikan tarian tradisional, mendengar lagu-lagu khas, dan memahami bagaimana warisan leluhur masih hidup dalam setiap jengkal tanah.

Ketika fajar menyingsing, Raline dan keluarganya tak hanya menikmati pemandangan—mereka menjadi bagian dari momen yang telah menjadi legenda: matahari terbit di atas kaldera terbesar di dunia, dengan latar belakang asap belerang yang menggulung, dan cahaya keemasan yang membelah langit seperti ilahi. Banyak pendaki lain berhenti sejenak, mengambil foto bersamanya—tak hanya karena ia seorang artis, tapi karena kehangatan dan kerendahan hatinya yang menyebar di antara para pendaki dari berbagai latar belakang.

“Banyuwangi bukan cuma soal alamnya yang spektakuler,” katanya dalam keterangan tertulis. “Ini soal keberlanjutan. Budaya yang tak pernah mati, alam yang dijaga, dan masyarakat yang masih percaya pada kekuatan tradisi. Ini bukan destinasi biasa. Ini adalah contoh bagaimana Indonesia seharusnya dikenal dunia.”

Sebagai salah satu tokoh kreatif yang aktif mempromosikan Indonesia di kancah global, Raline menekankan bahwa promosi negara tak hanya lewat diplomasi atau teknologi digital. “Kita bisa bicara lewat seni, lewat film, lewat keindahan alam yang tak bisa dibeli dengan uang. Biarkan dunia tahu: kita punya Ijen. Kita punya Osing. Kita punya kebanggaan yang tak bisa diabaikan.”

Setelah turun dari Ijen, ia melanjutkan eksplorasi ke sejumlah destinasi lain di Banyuwangi—dari Pantai Pulau Merah hingga Taman Nasional Alas Purwo—mengabadikan setiap jejak keindahan yang ia temui. Ia berjanji akan membagikan pengalaman ini lewat platform digitalnya, mengajak lebih banyak orang untuk tidak sekadar berlibur, tapi untuk memahami.

Di tengah arus pariwisata massal yang sering mengabaikan makna, Raline Shah hadir bukan sebagai selebritas yang sekadar berfoto di lokasi ikonik. Ia datang sebagai penjaga kenangan—mengingatkan bahwa keindahan sejati bukanlah yang paling banyak diunggah, tapi yang paling dalam mengubah hati.

Previous articleTiga Pemilik dan 69 Orang Diamankan dalam Operasi Judi Berkedok Timezone
Next articleArab Saudi Buka Kembali Pasar Lebanon, Sinyal Politik Kuat
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.