Sumbawanews.com,- Presiden Asosiasi Sepak Bola Qatar, Hamad bin Khalifa Al Thani, mengecam Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC) karena mengeluarkan surat terbuka bersama UEFA dan CONCACAF menuntut pengunduran diri Presiden FIFA Gianni Infantino tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan 47 anggotanya. Surat yang dirilis pekan lalu itu dianggap mewakili suara kolektif, padahal menurut Al Thani, tidak ada pemberitahuan, diskusi, maupun kesempatan bagi Qatar maupun anggota AFC lainnya untuk memberikan masukan sebelum publikasi.
Dalam surat resmi yang dikutip Reuters, Al Thani menegaskan bahwa keputusan bersifat kolektif tidak bisa dibangun atas asumsi atau deklarasi sepihak. “Baik QFA maupun saya…tidak dikonsultasikan, baik secara formal maupun informal, sebelum pernyataan tersebut dikeluarkan. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya yang diberikan, tidak ada surat yang diedarkan, tidak ada kesempatan untuk mengomentari, atau berkontribusi pada isinya sebelum dirilis secara publik atas nama AFC dan atas nama anggota AFC.”
Ia meminta AFC segera menjelaskan tujuan sebenarnya dari surat tersebut, terutama karena langkah itu memperdalam perpecahan di tubuh FIFA menjelang kongres pemilihan presiden pada Maret 2027. Infantino sendiri menjadi sasaran tekanan setelah mengusulkan rencana penjualan saham Piala Dunia—meski proposal itu kemudian ditarik kembali. Namun, tekanan untuk menggantikannya tetap berlanjut.
Sementara itu, Qatar bersama sejumlah negara Arab tetap menyatakan dukungan kepada Infantino, memperkuat polarisasi di antara konfederasi sepak bola dunia. Konflik ini memperlihatkan ketegangan mendalam antara kepentingan politik dan tata kelola global dalam sepak bola internasional.















