Sumbawanews.com,- Manchester City terancam degradasi dari Liga Inggris dan pencopotan tujuh gelar liga setelah dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran finansial oleh komisi independen Premier League, pada Sabtu (26/9/2026). Klub yang dijuluki The Citizens terbukti melanggar aturan laporan keuangan selama periode 2009-2010 hingga 2017-2018, termasuk kegagalan menyampaikan informasi transparan tentang pendapatan sponsor dan kontrak pelatih, seperti yang diajukan oleh Roberto Mancini pada masa kepemimpinannya. Hukuman resmi belum dijatuhkan, tetapi opsi terberat mencakup penurunan kasta dan pencabutan gelar juara yang diraih dalam tujuh musim terakhir. Manchester City memiliki waktu 14 hari untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.
Investigasi terhadap Manchester City dimulai pada 2018, setelah dokumen finansial bocor melalui Football Leaks, memicu tekanan dari media internasional seperti Der Spiegel agar Premier League bertindak. Pada 6 Februari 2023, liga resmi membawa kasus ini ke komisi independen, yang menilai 115 tuduhan — 54 di antaranya terkait ketidakakuratan laporan keuangan. Sidang berlangsung selama 12 pekan, dari 16 September hingga 6 Desember 2024, namun keputusan baru diumumkan setelah hampir dua tahun masa tinjauan mendalam. Kontrak pelatih Mancini antara 2009-2013 menjadi salah satu fokus penyelidikan karena dianggap tidak terungkap secara utuh.
Jika hukuman degradasi diterapkan, Manchester City akan menjadi klub pertama dalam sejarah Liga Inggris modern yang turun kasta akibat pelanggaran finansial. Pencopotan tujuh gelar juara Liga Inggris — yang diraih antara 2011-2012 hingga 2022-2023 — juga menjadi kemungkinan nyata. Sebelumnya, Everton dan Nottingham Forest pernah dikenai sanksi pengurangan poin karena pelanggaran serupa, tetapi tidak pernah sampai pada tingkat kehilangan gelar atau degradasi. Manchester City diyakini akan menempuh jalur hukum untuk membela reputasi dan aset olahraganya, dengan tim hukum yang siap menggugat keputusan komisi. Fans dan dunia sepak bola menanti respons resmi klub, yang diprediksi akan menjadi salah satu guncangan terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.















