Sumbawanews.com,- Pemerintah tengah mematangkan rencana pembaruan buku ajar nasional atas arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menilai kualitas dan fisik buku pelajaran saat ini belum memadai untuk mendukung pendidikan generasi muda. Dalam kunjungan ke sejumlah sekolah, Prabowo secara langsung meninjau buku-buku yang digunakan siswa SD hingga SMA, menemukan sejumlah masalah seperti bahan mudah rusak, tulisan terlalu kecil, dan desain yang kurang menarik. Ia kemudian menginstruksikan agar buku pelajaran Indonesia dibandingkan dengan standar negara-negara tetangga sebagai dasar evaluasi dan perbaikan. Selain aspek fisik, Prabowo juga menekankan pentingnya penguatan materi terkait sains, teknologi, matematika, dan kemampuan berbahasa Inggris, sekaligus membangun kembali budaya membaca sejak dini, yang menjadi kebiasaan dalam keluarganya sejak kecil. Buku pelajaran diharapkan tidak hanya berkualitas isi, tetapi juga tahan lama, agar bisa digunakan secara turun-temurun oleh adik kelas.















