Sumbawanews.com,- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh badan usaha milik daerah (BUMD) dan organisasi perangkat daerah (OPD) yang merencanakan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 untuk memastikan kegiatan itu tidak mengganggu jam kerja pegawai maupun aktivitas masyarakat umum.
Banyak instansi pemerintah daerah, termasuk Perumda Pasar Jaya, telah mengajukan izin untuk menyelenggarakan nobar di sejumlah titik strategis. Pasar Jaya sendiri berencana menggelar acara tersebut di tiga lokasi. Namun, Pramono menekankan, semangat kebersamaan dalam menyambut pesta sepak bola dunia tidak boleh berubah menjadi gangguan terhadap produktivitas.
“Banyak yang meminta izin, dan saya tidak menolak. Tapi yang paling penting: jangan sampai orang yang sedang bekerja terganggu,” ujar Pramono di Jakarta, Kamis (11/6), seperti dikutip dari Antara.
Ia menyadari, Piala Dunia bukan sekadar ajang olahraga, melainkan momen sosial-budaya yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat—terlebih di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks. “Ini lebih dari sekadar bola. Ini tentang kebersamaan, semangat, dan kebanggaan bersama,” katanya.
Namun, Pramono menegaskan, kegembiraan harus tetap sejalan dengan tanggung jawab institusi. ASN, karyawan BUMD, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan nobar diminta mengatur jadwal acara di luar jam kerja resmi, atau setidaknya memastikan tidak ada penundaan tugas, penutupan layanan publik, atau gangguan terhadap kepentingan umum.
Piala Dunia FIFA 2026, yang berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli, akan diadakan di 16 kota di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen ini, 48 tim dari seluruh penjuru dunia bersaing memperebutkan trofi paling bergengsi, dibagi dalam 12 grup. Pembukaan resmi akan digelar di Meksiko pada Jumat dini hari (12/6) WIB.
Sejumlah tim kuat seperti Brasil, Argentina, Prancis, Inggris, Portugal, dan Spanyol tetap menjadi favorit, tetapi format baru dengan jumlah peserta lebih banyak membuka ruang lebar bagi kuda hitam untuk tampil mencengangkan. Prediksi pun bermunculan: turnamen ini diprediksi akan menjadi yang paling ketat, paling tidak terduga, dan paling penuh emosi dalam sejarah Piala Dunia.
Pramono menutup pernyataannya dengan ajakan: “Mari kita rayakan, tapi jangan lupa, tanggung jawab tetap nomor satu.”

















