Sumbawanews.com,- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir di Singapura untuk mengikuti World Cities Summit 2026, sebuah forum global yang menjadi ajang strategis bagi kota-kota besar dalam merumuskan solusi perkotaan berkelanjutan. Dalam kapasitasnya sebagai Vice Chair C40 Cities untuk kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Oseania, Pramono membawa misi ganda: memperkenalkan inisiatif Jakarta dalam transformasi perkotaan sekaligus memperluas kemitraan internasional untuk mendukung pembangunan hijau.
Kehadirannya di acara yang berlangsung hingga 16 Juni 2026 itu menjadi momen pertama sejak ia secara resmi ditunjuk sebagai pemimpin regional C40 pada April lalu. Di sana, ia berdiskusi langsung dengan para walikota dari 50 lebih kota dunia, termasuk Singapura, Tokyo, Seoul, Sydney, dan Melbourne, membahas tantangan urbanisasi, pendinginan kota, dan pendanaan iklim.
“Jakarta bukan hanya mencari solusi, tapi juga ingin menjadi bagian dari jaringan global yang bergerak cepat menuju kota yang tangguh dan ramah lingkungan,” ujar Pramono dalam sesi pleno. Ia menekankan bahwa tantangan seperti banjir, polusi udara, dan ketimpangan akses transportasi tidak bisa diatasi secara parsial—perlu kolaborasi lintas batas, berbasis data, dan didukung oleh sistem keuangan global yang inovatif.
Salah satu fokus utama yang diangkat Jakarta adalah model pembiayaan hijau melalui kemitraan pemerintah-swasta (PPPK) untuk proyek infrastruktur berkelanjutan, seperti pengembangan transportasi publik berbasis listrik dan penanaman pohon kota secara masif. Pramono juga menyoroti pentingnya akses ke dana iklim internasional, termasuk dari lembaga seperti Green Climate Fund dan World Bank, yang dinilainya masih belum cukup terjangkau bagi kota-kota berkembang.
Di sela-sela forum, Gubernur Pramono juga mengadakan pertemuan bilateral dengan pejabat tinggi Pemerintah Singapura, membahas kemungkinan kerja sama teknis dalam pengelolaan sampah, sistem drainase cerdas, dan pengembangan kawasan hijau vertikal—area di mana Singapura diakui sebagai pelopor global.
Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan strategis antara Jakarta dan Singapura, yang sebelumnya telah terjalin melalui kerja sama di bidang ekspor, logistik, dan pendidikan. “Kami tidak hanya belajar dari Singapura, tapi juga ingin berbagi pengalaman Jakarta dalam mengelola kota megapolitan dengan keberagaman budaya dan tantangan demografis yang unik,” tambahnya.
Dengan kehadirannya di World Cities Summit, Pramono Anung menegaskan komitmen Jakarta untuk tidak hanya menjadi peserta, tetapi pemimpin dalam arus perubahan perkotaan global—membangun kota yang tidak hanya modern, tapi juga adil, hijau, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.

















