Home Berita Olah Raga Prabowo Buka Peluang Kewarganegaraan Ganda bagi Pemain Bola Diaspora

Prabowo Buka Peluang Kewarganegaraan Ganda bagi Pemain Bola Diaspora

Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto mengusulkan izin kewarganegaraan ganda bagi talenta-talenta tertentu yang berkontribusi bagi bangsa, termasuk atlet dan pemain sepak bola profesional berdarah Indonesia yang kini berkarier di Eropa. Pernyataan itu disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI pada Jumat, 14 Agustus 2026. Prabowo menekankan bahwa jutaan diaspora Indonesia memiliki keahlian luar biasa—dari ilmuwan, dokter, hingga pesepak bola kelas dunia—yang berpotensi memperkuat Tanah Air.

Dalam paparannya, Presiden secara khusus menyebut tiga nama pemain keturunan Indonesia yang menjadi sorotan: Million Manhoef, Laurin Ulrich, dan Pascal Struijk. Million Manhoef, winger 24 tahun kelahiran Belanda yang kini membela Stoke City, mencatat 48 penampilan dengan tujuh gol dan empat assist pada musim 2025/2026. Ia memegang kewarganegaraan Belanda, Suriname, dan Indonesia. Laurin Ulrich, gelandang 21 tahun asal Jerman yang bermain untuk FC Magdeburg pada pinjaman dari VfB Stuttgart, mencatat 33 penampilan dengan tiga gol dan tiga assist di musim yang sama. Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari kakeknya yang berasal dari Surabaya. Sementara itu, Pascal Struijk, bek tengah 26 tahun asal Belgia yang kini membela Brighton, memiliki darah Indonesia melalui kakek dan neneknya. Struijk pernah menjadi pilar penting Leeds United dan telah bermain di Liga Inggris, namun ia secara terbuka menyatakan bahwa Timnas Belanda tetap menjadi prioritasnya, bahkan pada 2025 ia menyebut mimpi bermain untuk De Oranje masih hidup.

Meski kebijakan kewarganegaraan ganda yang diusulkan Prabowo membuka pintu bagi pemain diaspora untuk memperkuat Timnas Indonesia, keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing pemain dan tergantung pada regulasi yang berlaku. Wacana ini bukan hanya soal kebanggaan nasional, tetapi juga strategi jangka panjang untuk memperkuat kualitas sepak bola Indonesia melalui sumber daya manusia yang sudah teruji di level tertinggi Eropa.

Previous articleSingapura Tertinggal 1-3 dari Thailand di Leg Pertama Semifinal Piala AFF 2026