Sumbawanews.com,- Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyambut kedatangan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, dalam kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6). Kedua pemimpin negara menyelenggarakan upacara penyambutan resmi yang memadukan kehormatan diplomatik dengan kekayaan budaya Indonesia.
Kedatangan Steinmeier, yang tiba sekitar pukul 11.30 WIB, diawali dengan perjalanan singkat mengelilingi Monumen Nasional sebelum memasuki kompleks istana. Ia disambut oleh Prabowo yang mengenakan setelan jas abu-abu double-breasted, diiringi oleh pasukan berkuda, barisan siswa sekolah dasar, serta marching band yang memainkan lagu kebangsaan kedua negara. Tarian Zapin, warisan budaya Melayu, menjadi sorotan dalam sesi penyambutan tradisional.
Upacara berlangsung khidmat dengan dentuman meriam sebanyak 21 kali, menandai penghormatan tertinggi bagi kepala negara asing. Setelah inspeksi pasukan, kedua pemimpin melakukan pertukaran delegasi resmi, dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Di Ruang Kredensial, Prabowo dan Steinmeier saling mengisi buku tamu negara dan mengambil foto resmi bersama, menandai dimulainya pembicaraan intensif yang berfokus pada kerja sama strategis di bidang energi, teknologi hijau, pertahanan, serta perdagangan bilateral.
Kunjungan ini menjadi bagian dari serangkaian lawatan diplomatik Presiden Prabowo yang semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra utama di kancah global. Steinmeier, yang sebelumnya dikenal sebagai arsitek kebijakan luar negeri Jerman yang berorientasi pada multilateralisme, menegaskan komitmen negaranya untuk memperdalam kemitraan dengan Indonesia, khususnya dalam transisi energi dan ketahanan pangan.
Kedua pemimpin juga membahas isu-isu keamanan regional, termasuk stabilitas di Laut China Selatan dan kerja sama penanggulangan perubahan iklim, sebelum menutup pertemuan dengan pernyataan bersama yang menekankan pentingnya dialog berkelanjutan antara dua negara demokrasi besar di Asia dan Eropa.
Kunjungan Steinmeier menjadi yang pertama sejak Prabowo menjabat sebagai presiden, sekaligus menandai dimulainya fase baru dalam hubungan Indonesia-Jerman yang semakin dinamis dan strategis.

















