Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan perasaan berat setelah mencopot tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk Kepala BGN Dadan Hindayana, yang kini sedang menjalani penyelidikan hukum terkait dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pidatonya di acara ‘Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition’ di Bogor, Jawa Barat, Prabowo mengaku sedih, namun tegas: “Saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sayangi dan percaya. Tapi saya tidak bisa membiarkan uang rakyat dicuri.”
Keputusan ini diambil setelah muncul laporan mendalam tentang penyelewengan dana, termasuk afiliasi tidak sah antara yayasan penerima insentif SPPG dengan keluarga dan kerabat tiga pejabat yang dicopot. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa yayasan-jayasan tersebut menerima insentif miliaran rupiah per hari, meski tidak memenuhi syarat teknis dan administratif. Afiliasi itu, menurutnya, dilakukan melalui perantara untuk menyamarkan kepemilikan sebenarnya oleh Dadan Hindayana, Sony Sanjaya, dan Lodewyk Pusung.
Prabowo menekankan bahwa kepemimpinan yang tidak kompeten atau tidak jujur akan merusak seluruh sistem. “Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak benar, organisasi tidak baik,” tegasnya. Ia menegaskan tidak akan melakukan intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan di Kejaksaan Agung. “Saya tidak boleh bicara banyak, nanti seolah saya memengaruhi,” ujarnya.
Namun, di balik keputusan yang keras, ada nilai-nilai yang jauh lebih dalam. Prabowo mengingat pesan mendiang ayahnya, Profesor Soemitro Djojohadikusumo: “Kalau kau bingung, berpihaklah selalu pada rakyatmu.” Pesan itu, kata Presiden, menjadi kompas moral di tengah tekanan emosional dan politik. “Ini bukan soal menghukum orang yang saya kenal. Ini soal menjaga kepercayaan rakyat pada negara.”
Pencopotan itu segera diikuti oleh reshuffle kepemimpinan. Nanik S Deyang, yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN, diangkat sebagai Kepala BGN baru. Sementara Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN, menggantikan Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung.
Langkah ini direspons positif oleh sejumlah pihak yang khawatir program MBG—yang menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak kurang mampu—terganggu oleh praktik korupsi sistemik. Kini, fokus pemerintah beralih ke pemulihan integritas dan transparansi di BGN, dengan peninjauan ulang seluruh mitra dan proses penganggaran.
Dengan langkah ini, Prabowo bukan hanya membersihkan jajaran birokrasi, tapi juga mengirim pesan tegas: kepercayaan rakyat adalah aset paling berharga, dan tidak ada yang lebih tinggi dari keadilan—bahkan jika harus melukai hati.















